Pages

Ads 468x60px

Labels

Kamis, 14 Februari 2013

Bibit Lebah Bersengat

Pendahuluan 
1.1  Latar Belakang
Lebah madu adalah salah satu hewan ternak yang mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Hasil dari produksi lebah madu diantaranya royal jelly, propolis, wax, bee pollen, dll, selain madu itu sendiri.
Penanganan bibit lebah madu Apis mellifera sangat berpengaruh dari produksi yang dihasilkan oleh suatu koloni dari lebah tersebut. Semakin baik manajemen yang dilakukan dalam penanganan bibit maka akan semakin baik mutu yang dihasilkan dari kkoloni lebah madu tersebut baikn dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Terdapat variasi genetik pada setiap koloni, meskipun koloni tersebut berada dalam satu lokasi apiari. Untuk meningkatkan proporsi materi genetik unggul di dalam populasi  ternak perlu  dilakukan  seleksi bibit-bibit unggul yang akan meneruskan sifat-sifatnya pada generasi berikutuya. Seleksi bibit unggul pada koloni lebah dapat dilakukan dengan berbagai  criteria antara  lain  koloni  yang mempunyai produksi madu tinggi,  koloni yang mempunyai ratu dengan  kemampuan  bertelur tinggi,  populasi koloni padat, aktivitas mencari pakan tinggi, resisten terhadap serangan hama dan penyakit,  tingkat  keagresi.

1.2 Rumusan Masalah
a.       Bagaimana proses inseminasi pada lebah?
b.      Apa tujuan dari seleksi pada lebah dengan menggunakan cara inseminasi buatan?
1.3 Tujuan
a.       Untuk mengetahui proses inseminasi pada lebah
b.      Untuk mendapatkan bibit lebah ratu unggul


Tinjauan Pustaka
Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia. Sejak zaman purba manusia berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-lubang pohon dan tempat-tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga menghasilkan produk yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya. Selanjutnya manusia mulai membudidayakan dengan memakai gelodog kayu dan pada saat ini dengan sistem stup. Di Indonesia lebah ini mempunyai nama bermacam-macam, di Jawa disebut tawon gung, gambreng, di Sumatera barat disebut labah gadang, gantuang, kabau, jawi dan sebagainya. Di Tapanuli disebut harinuan, di Kalimantan disebut wani dan di tataran Sunda orang menyebutnya tawon Odeng.(Anonymous, 2005)
Usaha pemeliharaan lebah madu memiliki potensi dan prospek cerah untuk dikembangkan di Indonesia, terutama dalam usaha meningkatkan pendapatan petani dan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Indonesia merupakan salah satu Negara tropis yang memiliki beraneka ragam jenis tanaman berbunga yang berpotensi sebagai sumber nektar dan tepung sari yang merupakan pakan lebah (Sittadewi 1986). Selain ketersediaan pakan yang cukup untuk memaksimalkan produksi madu ada ·beberapa faktor yang berpengaruh antara lain sifat genetic ratu dan lebah jantan, iklim, manajemen beternak dan pengendalian hama penyakit (Kleinscmidt 1988).
Taksonominya menurut'Linnaeus dalam Suhardi (I983) sebagai berikut :
Kelas               :           Insecta
Ordo                :           Hymenoptera
Famili              :           Apidae
Sub famili        :           Apinae
Genus              :           Apis
Spesies            :           Apis mellifera
Apis mellifera merupakan spesies lebah madu dari Eropa. saat ini penyebarannya meliputi wilayah Eropa, Afrika, Australia, Asia, dan Amerika. A. mellifera memiliki ukuran nlbuh lebih besar dibandingkan A. cerana namun lebih kecil dari A. dorsata. Produksi madu A.mellifera lebih besar dibandingkan dengan spesies lebah madu lainnya.(Suhardi, 1983)
Lebah pekerja berasal dari telur yang dibuahi, berjenis kelamin betina namun ovariumnya tidak berkembang. Lebah pekerja bertugas untuk mendukung kelangsungan kehidupan dalam koloni misalnya menyediakan pakan bagi seluruh anggota koloni. Lebah jantan berasal dari telur yang tidak dibuahi tugasnya hany' untuk mengawini ratu. Ratu berasal dari telur yang dibuahi, mempunyai jenis kelamin betina sempuma, mempunyai tugas bertelur. Ratu mampu bertelur 175.000-200.000 telur dalam setahun (Gary dalam Graham 1992). Tugas ratu yang lainnya adalah menghasilkan feromon. Feromon adalah suatu honnon yang berguna unulk mengendalikan dan menganllaktivitas lebuh pekelja.
Tindak lanjut dari seleksi koloni adalah melakukan perkawinan silang sehingga dapat menambah serna kin besarnya kemungkinan untuk mendapat jenis lebah madu unggul yang lebih baik dan lebih cocok untuk daerah di Indonesia. Salah satu teknik yang relatif singkat dan menghemat biaya untuk melakukan persilangan adalah dengan imseminasi buatan. Perkawinan lebah dapat dikendalikan oleh manusia dengan menggunakan tek.nik inseminasi buatan, sehingga memperbesar mendapatkan hasil yang diharapkan. Inseminasi buatan juga berguna untuk lebih meningkatkan efektivitas reproduksi beberapa individu unggul tersebut sebagai pengembangbiak generasi berikutnya (Toelihere 1977).
Salah satu teknik yang relatif singkat dan menghemat biaya untuk melakukan persilangan adalah dengan inseminasi  buatan.  Perkawinan  lebah  dapat dikendalikan oleh manusia dengan menggunakan teknik  inseminasi  buatan, sehingga memperbesar mendapatkan hasil yang diharapkan. Inseminasi buatan juga  berguna untuk lebih  meningkatkan efektivitas reproduksi  beberapa individu  unggul tersebut  sebagai  pengembangbiak  generasi berikutnya. (Budhi, 1998)






Pembahasan
Seleksi merupakan salah satu cara dalam meningkatkan mutu dan kualitas produksi dari lebah. Seleksi pada lebah jantan dan betina merupakan hal yang sangat penting, dimana  kehadiran dari ratu sangat menentukan keadaan koloni pada lebah. Oleh karena itu perlu dilakukannya seleksi dengan proses inseminasi buatan pada lebah untuk mendapatkan bibit dengan kualitas unggul sehingga produktivitas koloni tersebut dapat meningkat.
Dalam inseminasi lebah secara umum dapat menggunakan alat inseminasi berupa mikroskop, lampu mikroskop, tabung CO2, kait ventral, kait sengat, queen tube, catching queen tube dan syringe.
Semen lebah jantan diambil dengan cara merangsang pada bagian kepala, kemudian bagian abdomennya ditekan sehingga keluar gelembung mucus yang berwarna putih diatas penis. Diatas gelembung mucus terdapat semen yang berwarna coklat muda.
Ratu yang akan diinseminasi pada heri sebelumnya dibius dengan mengalirkan CO2 selama 5 menit. Pada waktu ratu akan diinseminasi, ratu dimasukkan ke dalam queen tube dengan bantuan catching tube, kemudian dibius dengan menggunakan CO2 lagi selama 5 menit. Kemudian vagina dibuka menngunakan kait ventral, ruang sengat dibuka dengan menggunakan kait sengat. Semen dimasukkan di bagian oviduk. Setelah ratu diinseminasi dimasukkan dalam kurungan ratu dan dikembalikan dalam kurungan koloni.
Apis mallifica Lebah ini lebah import / jenis Eropa. Dikenal dengan lebah jenis Italia. Sifatnya ramah /lebih jinak jarang hijrah dan lebih aktif mencari makan. Ukuran badan lebih besar dari Apis indica (1,25 x besar apis indica/apis cerana). Lebah ini mempunyai kelebihan dalam memproduksi madu mencapai 50 kg per kalori selama musimnya, daya adaptasi lebih tinggi. Namun ada juga kekurangannya yaitu lebah jenis ini (Apis mellifera) lebih peka terhadap tungau Varroa..
Ciri-ciri yang merupakan kelebihan apis mellifera adalah :
  • Tiga pasang (segment) dari bagian belakang (abdomen) berwarna kuning
  • Sifatnya sabar
  • Produksi madu tinggi
  • Sarang dijaga tetap bersih
  • Lebih tahan terhadap bakteri serta Dapat menghalau hama ngengat malam.

Ciri-ciri bibit lebah madu kwalitas super:
1.      Mempunyai Ratu lebah yang secara fisik bagus dan berusia antara 3 bulan sampai 1 tahun
2.      Jumlah dan kwalitas telor yang dihasilkan Ratu lebah banyak
3.      Hasil panen  lebih banyak baik hasil madu, bee pollen, royal jelly dan propolis
4.      Larva lebah yang dihasilkan lebih segar
5.      Lebah biasanya lebih agresif

  1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk Bibit lebah unggul yang di Indonesia ada dua jenis yaitu  A. mellifera (impor). Ratu lebah merupakan inti dari pembentukan koloni lebah, oleh karena itu pemilihan jenis unggul ini bertujuan agar dalam satu koloni lebah dapat produksi maksimal. ratu A. cerana mampu bertelur 500- 900 butir per hari dan ratu A. mellifera mampu bertelur 1500 butir per hari.

  1. Reproduksi dan Perkawinan Dalam setiap koloni terdapat tiga jenis lebah masing-masing lebah ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Alat reproduksi lebah pekerja berupa kelamin betina yang tidak berkembang sehingga tidak berfungsi, sedangkan alat reproduksi berkembang lebah ratu sempurna dan berfungsi untuk reproduksi. Proses Perkawinan terjadi diawali musim bunga. Ratu lebah terbang keluar sarang diikuti oleh semua pejantan yang akan mengawininya. Perkawinan terjadi di udara, setelah perkawinan pejantan akan mati dan sperma akan disimpan dalam spermatheca (kantung sperma) yang terdapat pada ratu lebah kemudian ratu kembali ke sarang. Selama perkawinan lebah pekerja menyiapkan sarang untuk ratu bertelur.

  1. Proses Penetasan Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel yang masih kosong dalam sisiran. Sebutir telur diletakkan di dasar sel. Tabung sel yang telah yang berisi telur akan diisi madu dan tepung sari oleh lebah pekerja dan setelah penuh akan ditutup lapisan tipis yang nantinya dapat ditembus oleh penghuni dewasa. Untuk mengeluarkan sebutir telur diperlukan waktu sekitar 0,5 menit, setelah mengeluarkan 30 butir telur.
    1. Sel calon ratu, berukuran paling besar, tak teratur dan biasanya terletak di pinggir sarang.
    2. Sel calon pejantan, ditandai dengan tutup menonjol dan terdapat titik hitam di tengahnya.
    3. Sel calon pekerja, berukuran kecil, tutup rata dan paling banyak jumlahnya.
Lebah madu merupakan serangga dengan 4 tingkatan kehidupan yaitu telur, larva, pupa dan serangga dewasa. Lama dalam setiap tingkatan punya perbedaan waktu yang bervariasi. Rata-rata waktu perkembangan lebah:
    1. Lebah ratu: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 1 hari, iatirahat 2 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 3 hari, total waktu jadi lebah 15 hari.
    2. Lebah pekerja: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 2 hari, istirahat 3 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 21 hari.
    3. Lebah pejantan: menetas 3 hari, larva 6 hari, terbentuk benang penutup 3 hari, iatirahat 4 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 24 hari. Selama dalam periode larva, larva-larva dalam tabung akan makan madu dan tepung sari sebanyak-banyaknya. Periode ini disebut masa aktif, kemudian larva menjadi kepompong (pupa). Pada masa kepompong lebah tidak makan dan minum, di masa ini terjadi perubahan dalam tubuh pupa untuk menjadi lebah sempurna. Setelah sempurna lebah akan keluar sel menjadi lebah muda sesuai asal selnya.

Kesimpulan
Dalam inseminasi lebah secara umum dapat menggunakan alat inseminasi berupa mikroskop, lampu mikroskop, tabung CO2, kait ventral, kait sengat, queen tube, catching queen tube dan syringe.
Semen lebah jantan diambil dengan cara merangsang pada bagian kepala, kemudian bagian abdomennya ditekan sehingga keluar gelembung mucus yang berwarna putih diatas penis. Diatas gelembung mucus terdapat semen yang berwarna coklat muda.
Ciri dari bibit lebah yang mempunya kualitas baik adalah:
1.      Mempunyai Ratu lebah yang secara fisik bagus dan berusia antara 3 bulan sampai 1 tahun
2.      Jumlah dan kwalitas telor yang dihasilkan Ratu lebah banyak
3.      Hasil panen  lebih banyak baik hasil madu, bee pollen, royal jelly dan propolis
4.      Larva lebah yang dihasilkan lebih segar
5.      Lebah biasanya lebih agresif
\           Seleksi dengan metode Inseminasi buatan pada lebah dapat mempermudah peternak lebah dalam mendapatkan bibit lebah yang unggul.







Daftar Pustaka
Anonymous, 2005, Beternak Apis mollifera. http://www.ternaklebah.blogspot.com, diakses tanggal 10 Desember 2012.
Gary, N. E. 1992. Activitasand Behaviour Of Honey Bee. Di Dalam Graham (Penyunting) The Hive And The Honey Bee. Dadant & Son. Hamilton. Illnois
Kleinscmidt. G. J. 1988. Queen Bee Production In Apiculture Production & Research. Agriculture. College. Lawes. Queensland.
Sittadewi, H. 1986. Pentingnya Penerapan Bioteknologi Di Dalam Pengembangan Perlebahan Di Indonesia. Jakarta
Suhardi, 1983. Evolusi Avertebrata. Universitas Indonesia Press. Jakarta, Indonesia
Toelihere, R.M. 1977. Fisiologi Reproduksi Ternak. Angkasa Bandung. Bandung, Indonesia.
Widiyastuti, Budhi . 1998 . Seleksi Bibit Unggul Lebah Madu Apis melli/era Linn (Hymenoptera: Apidae) di daerah jawa dengan Teknik Perkawinan Silang secara Inseminasi Buatan . jurusan biologi FMIPA IPB . Bogor

Tidak ada komentar:

 
 
Blogger Templates