Pages

Ads 468x60px

Labels

Rabu, 29 Juli 2015

Pengertian On-going Evaluation

Evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan relevansi, efisiensi, efektivitas, dan dampak kegiatan-kegiatan proyek atau program sesuai dengan tujuam yang akan dicapai secara sistematik dan obyektif. Evaluasi proyek dapat dilakukan padawaktu-waktu sebagai berikut :

1.    Pada waktu pelaksanaan (proyek sedang berjalan atau on going evaluation)
2.    Pada waktu penyelesaian (evaluasi akhir proyek atau terminal evaluation)
3.    Beberapa tahun setelah proyek selesai (evaluasi dilakukan pada saat proyek diperkirakan telah berhasil mencapai perkembangan secara penuh atau ex post evaluation). (Wulan Tri, 2009, hal : 17)


Hasil evaluasi digunakan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan. Dalam evaluasi program terdapat tiga tujuan yang diperoleh, yaitu :
a.    Mengetahui sebagaimana tingkat keberhasilan atau ketercapaian apabila dibandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan.
b.    Mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dari program yang sedang dilakukan.
c.    Sebagai bahan masukan bagi pelaksanaan program selanjutnya. (Wulan Tri, 2009, hal : 17-18)

Dalam evaluasi dikenal beberapa klasifikasi evaluasi seperti : evaluasi formatif dan sumatif, evaluasi formal dan informal, evaluasi internal dan eksternal, evaluasi proses dan produk (out put), evaluasi deskriptif dan inferensial, evaluasi holistik (misal CIPP) dan analitik, evaluasi on going, terminal dan ex post evaluation, evaluasi teknis dan ekonomis, evaluasi program, monitoring dan evaluasi dampak.

On going evaluation berguna untuk mengevaluasi hal-hal yang dilakukan saat kegiatan, agar dapat secepatnya ditangani bila ada hal-hal yang tidak sesuai rencana. Setiap kegiatan yang direncanakan seharusnya diakhiri dengan evaluasi dan dimulai dengan hasil evaluasi kegiatan sebelumnya. Evaluasi yang dilakukan dimaksudkan untuk melihat apakah kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang diharapkan. Dari evaluasi akan diketahui hal-hal yang telah dicapai, apakah suatu program dapat memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Suatu desain adalah rencana awal yang menunjukkan bila evaluasi akan dilakukan dan dari siapa evaluasi atau informasi akan dikumpulkan selama proses evaluasi. Alasan utama emmakai desain yaitu untuk meyakinakan bahwa evaluasi akan dilakukan menurut organisasi yang teratur dan menurut aturan yang baik. Semua orang yang terlibat dalam evaluasi adalah orang yang tepat, dilakukan pada waktu yang tepat dan ditempat yang tepat seperti yang telah direncanakan sebelumnya. (Herren, 2003, hal : 24)

Evaluasi program biasanya dilakukan untuk kepentingan pengambilan keputusan dalam rangka menentukan kebijakan selanjutnya. Dengan melalui evaluasi suatu program  dapat dilakukan secara sistematis, rinci dan menggunakan prosedur yang sudah diuji secara cermat. Dengan metode tertentu akan diperoleh data yang handal, dapat dipercaya  sehingga penentuan kebijakan akan tepat, dengan catatan apabila data yang digunakan  sebagai dasar pertimbangan tersebut benar, akurat dan lengkap. Adapun program itu sendiri diartikan segala sesuatu yang dilakukan dengan harapan akan mendapatkan hasil atau pengaruh. Jadi evaluasi program merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program. Untuk melihat tercapai atau tidaknya suatu program yang sudah berjalan diperlukan kegiatan evaluasi.

Evaluasi pelaksanaan atau evaluasiproses (on going evaluation) ini dilaksanakan pada saat kegiatan sedangdilaksanakan. Fokus utama evaluasi ini menyangkut proses pelaksanaan kegiatanyang berkaitan dengan:
·     Tingkat efisiensi dan efektifitas pelaksanaan
·     Kemungkinan keberhasilan kegiatan sebagaimana yang direncanakan
·     Sejauh mana hasil yang diperoleh dapat memberi sumbangan kepada tujuan pembangunan
·     Tindakan korektif yang diperlukan untuk memperbaiki efisiensi dan efektifitas pelaksanaan
·     Tindakan-tindakan lain yang diperlukan sebagai pelengkap kegiatan yang telah direncanakan.

Menurut (David, 2007), manfaat yang diperoleh dari study di luar negeri dapat didokumentasikan dengan baik, tujuannya adalah untuk mengetahui program study. Kegiatan evaluasi akan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan mahasiswa yang berada di luar negeri dibandingkan dengan mahasiswa yang ada di dalam negeri. Dengan belajar di luar negeri mahasiswa dapat bertukar metode pembelajaran dan pertukaran kurikulum yang ada pada masing-masing negara.

Teori penyuluhan pertanian telah memperlihatkan perubahan selama beberapa waktu, tergantung pada perubahan paradigma perkembangan pertanian. Hasilnya, beberapa macam penyuluhan telah diperkenalkan  pada beberapa dekade terakhir. Pertama, model awal yang fokus pada transfer teknologikarakteristik dengan, top-down, linear, rigid dimunculkan dengan berbagai perspektif dan pasif dalam diri petani. Penyuluh terkadang salah dalam memberikan solusi dalam perbedaan sosisal ekonomi dan institusi lingkungan dan faktor lain pada peternak (Taye, 2007)

Sistem penyuluhan pertanian dunia memainkan peran kunci dalam pengembangan pertanian, namun mereka bukan tanpa kelemahan. salah satu taaks utama sistem extensioan publik harus pengembangan sumber daya manusia yang dapat melengkapi menengah dan skala kecil petani untuk memecahkan masalah dan respon mereka sendiri untuk peluang baru. Namun pendekatan top-down untuk penyuluh percaya bahwa mereka tahu apa yang terbaik dan gagal untuk fokus cukup pada kebutuhan klien, preferensi dan kemampuan (Bogue, 2012)

dalam beberapa tahun terakhir, pendidik pertanian telah menekankan perlunya untuk rakyat yang lebih baik informasi tentang pertanian. studi texas guru membutuhkan telah implemeting untuk program keaksaraan pertanian mengungkapkan bahwa hampir semua guru kelas empat yang disurvei memiliki persepsi inacurate pertanian (Igbokwe, 2012).


Dalam prakteknya pelaksanaan evaluasi penyuluhan pertanian dapat merupakan kombinasi dari beberapa macam/cara evaluasi, hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, lebih akurat, dan lebih sahih  dari pada evaluasi dengan menggunakan cara tunggal. Evaluasi Pelaksanaan kegiatan  Penyuluhan Pertanian merupakan proses yang sistematis, sebagai upaya penilaian atas suatu kegiatan oleh evaluator melalui pengumpulan dan analisis informasi  secara sistematik mengenai  perencanaan, pelaksanaan, hasil dan dampak kegiatan penyuluhan pertanian. Hasil evaluasi ini untuk menilai relevansi, efektifitas/efisiensi pencapaian / hasil suatu kegiatan, untuk selanjutnya digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pada perencanaan dan pengembangan kegiatan selanjutnya. 

Tidak ada komentar:

 
 
Blogger Templates