Kamis, 11 Januari 2018
Peran Susu untuk Kesehatan Manusia
Selasa, 09 Januari 2018
Myologi Umum, Struktur Otot, dan Kontraksi Otot
Kamis, 26 Oktober 2017
Pengertian Egg Holding Room pada Hatchery
Ruang AC atau dalam istilah disebut Egg Holding Room merupakan ruangan penyimpanan telur sebelum ditetaskan dalam penetasan modern tentu sangat diperlukan. Tujuan penyimpanan telur adalah untuk menjaga agar tidak terjadi perkembangan embrio. Mesin tetas memiliki kapasitas masing-masing sebelum telur memenuhi kuota 1kali penetasan karena akan rugi bila kapasitas mesinnya tidak diisi penuh maka telur perlu disimpan agar saat menetas bisa bersamaan sekitar 21 hari. Artinya ruang EHR juga memiliki fungsi sebagai penyerataan umur telur ayam.
Selama dalam ruang EHR telur berada pada fase dorman atau tidur. Saat telur disimpan pada ruang terbuka embrio akan berkembang sekalipun tidak pada suhu ideal. Suhu ruang EHR berkisar antara 18-20 derajat celcius. Dengan kelembaban antara 70-80%, apabila terlalu tinggi dapat menyebabkan telur terkontaminasi karena cangkang telur menjadi lembek dan lebih gampang ditembus mikroba. Suhu pada ruang EHR dapat lebih didinginkan apabila telur yang disimpan lebih banyak dari biasanya atau ruangan penuh. Selain itu, apabila telur yang disimpan memiliki umur induk yang sudah tua maka ukuran telurnya juga akan semakin besar sehingga telur akan menghasilkan panas yang lebih besar dan suhu EHR dapat dijaga dengan menurunkan suhu ruangannya.
Telur dapat disimpan dengan baik selama paling lama adalah 7 hari. Apabila lebih dari 7 hari maka daya tetas telur akan berkurang. Dari beberapa artikel ilmiah yang saya baca telur yang disimpan terlalu lama akan mengakibatkan kandungan CO2 dan H2O pada telur akan berkurang sehingga menyebabkan daya tetas menurun. Sebelum telur masuk ke dalam EHR baiknya ruangan dicuci dengan detergen untuk membunuh mikroorganisme yang ada dan dilakukan proses sanitasi dengan menggunakan desinfektan yang disemprotkan ke seluruh ruangan EHR. Apabila tidak dilakukan sanitasi pada ruangan dikhawatirkan telur explode akan banyak selain daya tetas akan menurun, ayam yang ditetaskan juga akan kotor karena terkena ledakan telur expodul.
Sebelum telur ditetaskan, telur perlu dikeluarkan dari ruang EHR dan dilakukan proses prewarming. Proses tersebut dilakukan di suatu ruangan khusus selama 8 jam dengan suhu ideal 28 derajat celcius. Dengan mekanisme telur disemprot kipas yang membawa udara dari luar dan ada exhaust yang membawa udara keluar. Tujuannya agar telur tidak kaget saat ada pada dalam mesin setter dimana akan ada lonjakan suhu yang drastis. Kondisi tersebut dapat menyebabkan telur tidak menetas dan kondisi tersebut sangat fatal akibatnya bila tidak dilakukan dengan benar.
Penulis sangat terbuka terhadap kritik dan saran, apabila ada yang salah silahkan dikoreksi dan semoga bermanfaat. Amin
Rabu, 30 November 2016
Cara Pembuatan Jerami Amoniasi Basah dan Kering
Amoniasi merupakan faktor perlakuan terhadap bahan pakan limbah pertanian dengan cara menambahkan bahan kimia berupa kaustik sida (NaOH), sodium hidroksido (KOH), atau urea co (NH2)2. Amoniasi dapat dilakukan dengan urea sebagai bahan kimianya untuk menghindari polusi dan menekan biaya pembuatan. Keuntungan pemakaian urea untuk Amoniasi adalah sangat mudah diperoleh di setiap tempat atau lokasi, harganya murah, tidak beracun, mudah ditangani, dan memiliki kandungan nitrogen yang sangat tinggi. Dengan begitu, teknologi ini mudah diaplikasikan dimanapun di Indonesia bahkan di pedesaan sekalipun.
Jenis limbah pertanian yang melimpah di Indonesia adalah jerami padi. Sedangkan limbah pembuatan tapioka adalah onggok. Kandungan nutrisi kedua bahan tersebut tergolong rendah, karena kedua bahan tersebut sulit tercerna (kandungan serat kasar lignin dan silikat yang tinggi). Pemberian pakan yang rendah akan menyebabkan kondisi dan fungsi rumen menjadi kurang baik.
Prinsip dari pembuatan jerami amoniasi adalah untuk memecah ikatan lignin pada dinding sel jerami sehingga dapat meningkatkan kecernaan. Proses amoniasi pada jerami padi yaitu bakteri dalam jerami akan mengeluarkan enzim eurase
Enzim itu aktif setelah urea bercampur dengan air. Indikator dalam pembuatan jerami amoniasi yaitu tekstur lembut, warna coklat, bau amonia, dan tidak terdapat jamur. Oleh karena itu, dalam pembuatannya harus sesuai prosedur yang benar.
Ada 2 metode yang paling sering digunakan dalam pembuatan jerami amoniasi yakni metode basah dan metode kering :
1. Metode Basah
Dibuat suatu silo (didalam atau diatas tanah) kemudian dihamparkan sebuah lembaran plastik. Jerami yang telah diketahui bahan keringnya ditaburkan berlapis-lapis dan diinjak-injak atau dipadatkan. Setiap lapis disiram secara rata atau proposional dengan larutan urea 4% ( perbandingan urea: air: BK jerami = 0,04: 1: 1). Setelah selesai pengadukan dan penyiraman, bagian atas jerami ditutup dengan lembaran plastik lalu diberi tutup tanah atau pemberat yang lain. Pemeraman dilakukan paling sedikit 7 hari kemudian dibuka untuk melihat hasilnya.
2. Metode Basah
Teknik ini menggunakan jerami kering yang dibuat kubus hay kemudian ditempatkan dalam kontainer atau kotak yang kedap udara. Pada bagian bawah dari tumpukan jerami tersebut ditempatkan bak yang berisii larutan yang mengandung sumber urease misalnya feses domba atau sapi sebanyak 6%. Setelah 7 hari proses amoniasi dianggap telah selesai dan dapat dibuka untuk digunakan sebagai pakan ternak yang terlebih dulu diangin-anginkan.
Jumat, 25 November 2016
Cara Membedakan Hp Sony Xperia Global dengan Versi Docomo Jepang
Akhir- akhir ini banyak beredar di pasaran hp sony xperia ataupun samsung yang merupakan barang gelap/ BM (black market). Barang tersebut tentu saja memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan versi global yang didapatkan secara legal. Docomo sebenarnya adalah provider asal jepang, disana membeli handphone berarti membeli nomer baru seperti smartfren di Indonesia.
Sebenarnya sangatlah mudah membedakan docomo dengan hp versi global. Tetapi belakangan ini juga beredar shutter proof sony yang dapat digunakan agar versi docomo tidak terlihat. Shutter proof adalah anti gores dari hp sony, dimana cara menggantinya adalah melepas antigores docomo kemudian mengganti dengan sony global sehingga tulisan docomo pada depan hp sudah tidak ada. Hal ini lumrah dilakukan oleh pengguna docomo untuk menyamarkan hp mereka karena beberapa orang merasa malu bila memakai hp bertuliskan docomo.
Disini penulis ingin memberikan informasi cara mengetahui perbedaan hp sony docomo dengan global sekalipun hp telah diganti dengan shutter proof global. Cara yamg dilakukan adalah dengan melihat sisi pojok kanan hp apabila ada tombol yang tertutup berarti hp tersebut adalah docomo karena di jepang berguna sebagai antena. Kedua, saat awal ganti provider maka setting APn dilakukan secara manual artinya setting Apn manual tidak berlaku bagi sony xperia global karena kompatibel dengan operator lokal. Terakhir, dapat dilihat pada tombol pengaturan, jaringan nirkabel, lainnya, tombol vpn tidak bisa dinyalakan, pada versi global dapat dinyalakan.
Mungkin ada tambahan bisa ditulis di kolom komentar, makasih agan, semoga bermanfaat...
Senin, 07 November 2016
Teknologi Fermentasi Bahan Pakan
Fermentasi mempunyai pengertian sebagai aplikasi metabolisme mikroba untuk mengubah bahan baku menjadi produk yang memiliki kualitas lebih tinggi. Fermentasi pada dasarnya sudah dilakukan nenek moyang kita sejak lama dan telah dikonsumsi manusia seperti tape, tempe, tahu, oncom, dan lainnya.
Teknologi fermentasi dapat berguna meningkatkan kualitas bahan pakan khususnya yang memiliki serat kasar tinggi dan anti nutrisi. Fermentasi juga dapat meningkatkan kecernaan bahan pakan melalui penyederhanaan zat yang terkandung dalam bahan pakan oleh enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroba.
Bahan pakan yang dapat digunakan untuk fermentasi adalah bahan pakan sumber energi seperti bekatul, tepung jagung, dedak, dan lainnya untuk aplikasi unggas, sumber serat serta jerami yang dapat digunakan untuk ternak ruminansia. Bahan pakan cair seperti molases atau tetes tebu dan limbah kecap juga dapat digunakan. Sebagai sumber mikroba dapat digunakan adalah ragi tempe, ragi tape, ragi roti, atau mikroba bakteri cair misalnya em4.
Prinsip fermentasi adalah bahan pakan yang difermentasi dicampur dengan sumber mikroba secara merata dan disimpan pada ruang tertutup hampa udara (anaerob). Pada kondisi tertutup mikroba akan berkembang secara alami. Keberhasilan dari fermentasi dapat dilihat dengan munculnya kapang pada permukaan bahan pakan dan hangat waktu dipegang serta bau khas fermentasi. Kekurangan dari proses fermentasi adalah penyimpanan dari bahan yang telah difermentasi.
Contoh keberhasilan fermentasi pada bekatul adalah munculnya miselia kapang yang menyebar di seluruh permukaan media dengan warna krem kecoklatan, semakin lama waktu inkubasi maka jamur yang tumbuh juga akan semakin banyak, warna bekatul menjadi coklat dan kehitaman. Hal itu terjadi karena adanya aktifitas metabolusme dari kapang A. Terreus yang memanfaatkan bekatul sebagai nutrisi untuk berkembang biak. Kapang menggunakan sumber karbon dan nitrogen dari substrat bekatul untuk menghasilkan energi dan mensintesis protein, vitamin, dan mineral untuk mendukung aktifitas metabolismenya.
Referensi :
Ninis puspitasari Pengaruh Jenis Vitamin B dan Sumber Nitrogen Dalam Peningkatan Kandungan Protein Kulit Ubi Kayu Melalui Proses Fermentasi Universitas Diponegoro
Senam Pemanfaatan Hasil Fermentasi Limbah Pertanian sebagai Sumber Makanan Ternak FMIPA UNY.
Jumat, 04 November 2016
Telur Pindang
Kamis, 03 November 2016
Cara Mengawetkan Telur
Bertujuan memperpanjang daya simpan telur segar prinsipnya memberikan perlakuan pada telur utuh sehingga pori-porinya tidak dimasuki oleh mikroba. Selain itu, perlakuan tersebut bertujuan mencegah keluarnya gas co2 dan air dari dalam telur. Dapat dilakukan dengan telur diolesi parafin cair, telur direndam dalam water glass, telur direndam dalam larutan kapur.
Sebelum dilakukan cara tersebut kulit telur harus dibersihkan sampai bersih. Cara membersihkan kulit telur adalah telur dicuci dapat diberi sodium hidroksida atau detergent kemudian dicuci sampai kotoran yang menempel pada kulit hilang, telur dicuci dengan air hangat yang mengalir untuk mempercepat penghilangan noda-noda yang menempel, kulit telur digosok dengan kertas amplas yang halus dengan hati-hati. Kelemahannya adalah kulit telur menjadi mudah pecah.
Telur dapat dipertahankan kesegarannya dalam waktu yang relatif lama apabila disimpan pada ruang dingin yang bersuhu sekitas 0 derajat celcius. Pada penyimpanan dingin harus diperhatikan kelembaban dan kecepatan aliran udara dingin pada ruangan. Kelembaban diatur antara 85-90%. Sedang kecepatan sirkulasi udara dingin diatur antara 125-175 ft (kaki) per menit. Selain itu, dapat pula dikerjakan dengan menyimpan telur dalam ruangan dingin yangbke dalam ruangan dihembuskan pula gas Co2 kurang dari 10%.
Penyimpanan telur dalam skala besar sebaiknya dilakukan di ruang yang berpendingin. Jika tidak terdapat Ac, dalam ruang penyimpanan dapat diletakkan ember berisi air yang berfungsi menjaga kelembaban ruang. Dengan cara ini, penguapan cairan di dalam telur dapat dikurangi.
Haryoto, 1996, pengawetan telur segar. Kanisius
Hadiwiyoto, soewendo. 1983. Hasil-hasil olahan susu, ikan, daging, telur. Ugm press
Sudaryani, titik. 1996. Telur. Penebar swadaya
Kualitas Telur dan Faktor-faktor yang mempengaruhi
Kualitas telur ditentukan oleh dua faktor, yaitu kuakitas luarnya berupa kukit cangkang dan isi telurnya. Faktor luar meliputi bentuk, warna, tekstur, keutuhan, dan kebersihan kulit. Sedangkan faktor isi telur meliputi kekentalan putih telur, warna, serta posisi kuning telur, dan ada tidaknya noda-noda pada putih dan kuning telur. (Haryoto, 1996).
Untuk menentukan kualitas isi telur dapat dilihat dari bagian telur di sebelah dalam. Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas isi telur diantaranya kondisi ruang udara, kuning telur, dan putih telur. Kualitas telur sebelah luar ditentukan oleh kondisi kulit telurnya. Beberapa parameter yang dapat dijadikan ukuran untuk menentukan kualitas telur bagian luar diantaranya kebersihan kulit telur, kondisi kulit telur, warna kulit, dan bentuk telur (Titik, 1996).
Pada praktikum pengujian kualitas telur karakteristik yang diamati adalah berat telur, kuning telur, putih telur, dan kerabang telur, serta rasio antara putih dan kuning telur. Uji organoleptik meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa telur dengan sistem skoring pada lembar isian (skala hedonik).
Sumber rujukan yang bisa dipakai :
Haryoto. 1996. Pengawetan telur segar. Kanisius
Hs, Imam rahayu. 2003. Karakteristik fisik, komposisi kimia, dan uji organoleptik telur ayam dengan pemberian pakan bersuplemen omega 3. Jurnal teknol dan industri pangan vol. XIV No. 3 2003
Sudaryani, titik. 1996. Telur. Penebar swadaya
