Ayam cemani termasuk dalam golongan ayam Kedu, yaitu ayam yang
persebarannya berada pada daerah Kedu Jawa Tengah. Ciri-ciri ayam kedu secara
umum adalah sebagai berikut. Pada umumnya ukuran ayam kedu jantan lebih besar
daripada ayam betina, bobot ayam jantan 3-4 kg dan bobot ayam betina berkisar
antara bobot 2-3 kg. Masa hidup ayam kedu sekitar usian 6 sampai 8 tahun. Ayam
kedu memiliki bulu yang keras, tubuh
ukuran sedang, bulu ekor naik dan jengger ukuran besar.
Tampilkan postingan dengan label Unggas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unggas. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 Maret 2019
Ayam Cemani
Ayam cemani merupakan
salah satu jenis ayam lokal khas propinsi Jawa Tengah yang berasal dari
Karisidenan Kedu tepatnya di daerah Kabupaten Temanggung dan sekitarnya. Ayam
cemani ini banyak dipelihara oleh masyarakat di desa Kedu, desa Beji dan desa
Kahuripan, Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung sejak awal abad 20. Ayam
cemani dikenal memiliki harga yang mahal, namun budidaya ayam cemani baru
dilakukan oleh sebagian masyarakat di daerah tertentu, warna hitam tidak
selamanya kelam , mungkin itu salah satu kalimat yang bisa dipakai untuk
mengatakan pada Ayam Cemani.
Jumat, 28 Oktober 2016
Perbedaan Ayam Kampung, Ayam Joper, dan Ayam Pejantan
Dahulu mungkin kita hanya mengenal ayam kampung, ayam yang biasa dipelihara oleh warga di sekitar pekarangan rumah. Kini telah ada berbagai jenis ayam yang dipelihara terutama yang digunakan sebagai ayam konsumsi. Berikut penulis akan mencoba menguraikan antara ayam kampung, ayam joper, dan ayam pejantan.
Ayam kampung asli (AKA) merupakan ayam jawa asli atau disebut ayam buras. Ayam kampung biasa dipelihara oleh orang Indonesia sebagai hewan peliharaan untuk diambil daging atau telurnya. Ayam kampung dapat disembelih mulai usia 4 bulan dengan berat sekitar 8 ons, sedangkan betinanya bisa mulai bertelur mulai usia 6 bulan. Telur ayam kampung mempunyai berbagai manfaat diantaranya untuk kesehatan dan stamina. Pemberian ayam kampung sangat sederhana dengan pakan ayam starter pabrikan atau dengan dedak bekatul sudah cukup.
Kini marak dibudidayakan ayam joper (jowo super) merupakan persilangan antara ayam petelur atau layer betina dengan ayam kampung atau ayam bangkok. Dengan persilangan tersebut ayam joper memiliki pertumbuhan yang relatif cepat dibandingkan dengan ayam kampung asli. Pada usia 50 hari ayam joper dapat mencapai bobot 7-8 ons. Pakan yang digunakan untuk ayam joper adalah pakan ayam starter pabrikan atau peternak biasa mengoplos dengan pakan ayam buras pabrikan. Untuk menghasilkan anakan ayam joper (DOC) dilakukan perkawinan antara ayam petelur dengan ayam kampung baik secara alami ataupun IB (inseminasi buatan). Karena sifat ayam layer yang tidak mengeram, penetasan ayam joper harus dilakukan di inkubator (mesin penetas telur).
Sedangkan ayam pejantan sendiri merupakan ayam layer yang berkelamin jantan. Dahulu ayam jantan merupakan limbah peternakan komersial karena belum tahu peruntukkan dari ayam jantan. Namun kini ayam jantan dipelihara sebagai pengganti ayam kampung karena memiliki pemeliharaan yang relatif lebih cepat. Pemeliharaan ayam jantan mirip dengan pemeliharaan ayam pedaging broiler, karena pemelihara ayam jantan meniru manajemen pemeliharaan broiler. Pakan yang digunakan adalah pakan komplit pabrikan untuk hasil yang baik.
Cukup demikian uraian singkat penulis, jadi mau beternak ayam yang mana sekarang!!!!
Untuk Informasi lebih lengkap silahkan baca juga Perbedaan Ayam Kampung Asli, Ayam Jowo Super, dan Ayam Pejantan
Senin, 11 Januari 2016
Evaluasi Program Vaksinasi pada Ayam Parent Stock
Tes Darah
Tes darah (blood testing) merupakan salah satu program untuk mengontrol jenis
penyakit (disease control program) di
kawasan usaha peternakan ayam. Program ini harus dijadwalkan secara teratur dan
terjadwal, penyakit yang bisa dideteksi dengan tes darah adalah penyakit yang
disebabkan oleh pullorum, typhoid, dan mycoplasma. Tes darah juga dapat
mengetahui tingkat titer antibodi ayam sehingga berhubungan erat dengan program
vaksinasi yang sedang dijalankan. Tes lain untuk mengetahui organisme yang di
lapangan adalah swab test, exposure test, egg swab test, fluff test,
dan water test (Fadilah, 2005).
Pengertian Vaksin dan Vaksinasi Ayam
Vaksin tidak dapat menangkal ataupun mengobati suatu
penyakit. Vaksin merupakan mikrooroganisme yang dilemahkan dan apabila
diberikan kepada hewan tidak akan menimbulkan penyakit, melainkan akan
merangsang antibodi (imunitas) yang sesuai dengan jenis vaksinnya. Tujuan
vaksin sendiri adalah agar ayam yang telah divaksin memiliki kekebalan yang
tinggi terhadap suatu penyakit tertentu (Rahayu, 2011).
Vaksin dan obat-obatan yang dimaksud adalah obat-obatan
yang digunakan untuk pengobatan ternak yang terserang penyakit, vaksin
digunakan untuk mencegah penyakit, serta antibiotik dan vitamin akan mendukung
pertumbuhan ayam menjadi maksimal. Pengobatan terhadap ayam sakit dilakukan
dengan anjuran mantri hewan serta melakukan isolasi terhadap ayam yang sakit
dengan tujuan menghindari penyebaran penyakit (Rasyaf, 2003).
Senin, 28 Desember 2015
Vaksinasi Gumboro Ayam Broiler
Ayam broiler merupakan ayam dengan potensi genetik yang
tinggi, tujuannya tak lain adalah untuk menghasilkan produksi daging yang
tinggi dalam kurun waktu yang singkat. Namun, potensi genetik yang tinggi
memiliki konsekuensi dengan semakin rentannya ayam terhadap kondisi lingkungan
dan penyakit. Untuk menjaga agar performa ayam broiler tetap terjaga, perlu
sistem pemeliharaan yang baik. Pencapaian bobot ayam broiler sangat dipengaruhi
berbagai faktor seperti kualitas udara, kualitas air, dan kualitas pakan.
Jumat, 16 Oktober 2015
Mengatasi Amonia Dalam Kandang
Tingginya kadar amonia didalam kandang tentu akan
mengganggu produktifitas ayam, hal ini perlu ditanggulangi dengan manajemen
pemeliharaan yang baik. Kualitas udara sangat mempengaruhi kondisi lingkungan
dan kenyamanan ayam dalam kandang. Jika kualitas udara disekitarnya baik, maka
produktifitas yang ditunjukkan oleh ayam juga akan baik. Berkaitan dengan
manajemen pemeliharaan tidak bisa lepas dari litter yang digunakan peternak.
Litter yang baik memiliki ciri kering, tidak berdebu, mampu menyerap air, serta
memiliki ketebalan yang cukup. Ketebalan yang ideal adalah 8-12 cm untuk
kandang postal dan 5-8 cm untuk kandang panggung. Hal tiu bertujuan menjaga
agar litter tetap kering dan menjaga suhu hangat pada masa brooding.
Senin, 05 Oktober 2015
Perkandangan Ayam Broiler
Kandang dibuat untuk
melindungi ayam dari pengaruh negatif dari lingkungan sekitarnya. Tujuannya
adalah agar ayam yang dipelihara dapat nyaman dan aman serta anda dapat
memperoleh keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu, pembuatan kandang maupun
pengaturan lingkungan kandang harus sesuai perencanaan. Secara garis besar
kandang broiler dibagi menjadi 2 yakni kandang sistem lantai dan kandang sistem
panggung, belakangan ada mengkombinasikannya.
Selasa, 28 Juli 2015
Kandang Battery untuk Ayam Petelur Grower
Bentuk kandang battery untuk ayam grower sebenarnya mirip
dengan battery pada masa bertelur hanya saja bentuknya persegi panjang.
Kapasitas battery grower biasanya disesuaikan dengan umur ayam petelur. Semakin
besar ayam, maka kapasitas kandang juga semakin dikurangi. Dengan kapasitas
yang dibatasi maka akan meminimalisir kasus kanibalisme sehingga deplesi
kematian ayam jauh berkurang dibanding dengan memakai sistem litter. Ayam akan
mendapat jatah makan yang sama, sehingga keseragaman akan merata dan tidak
melebihi 80%. Dengan battery grower maka standart berat badan yang dikehendaki
akan masuk secara bersamaan. Ayam akan mudah dikontrol dan dilakukan perlakuan
dalam program vaksinasi dan pengobatan.
Vaksin Tetelo Alami
Penyakit tetelo / ND merupakan penyakit yang terjadi
karena infeksi viral yang mengakibatkan gangguan pernafasan, penyakit ini
disebabkan oleh virus paramyxo. Penyakit ini menjadi momok bagi banyak peternak
karena penularan dalam waktu singkat, dalam kurun waktu 3 – 4 hari penyakit ini
sejak terdeteksi akan menular ke seluruh ternak di lokasi tersebut.
Penularannya dapat melalui udara, peralatan kandang, ataupun burung liar di
sekitar peternakan. Walaupun dapat menyebar melalui udara namun jangkauan
penyakit ini tidak terlalu luas dan hanya dapat bertahan selama 30 hari pada
lokasi yang dinyatakan terserang.
Profil Bebek Peking
Bebek peking merupakan
bebek yang dikenal memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Sehingga bisnis
ternak bebek peking masih memiliki prospek yang menjanjikan karena kebutuhan
akan daging bebek dari pengusaha kuliner sangatlah besar. Ciri utama dari bebek
peking adalah warna bulunya putih mirip enthok. Bebek Peking berasal dan
dikembangkan pertama kali di daratan Tientsien, China. Bebek Peking mengalami
perkembangan yang pesat di Amerika Serikat dan Inggris. Bebek Peking termasuk
bebek yang memiliki dua kegunaan atau dwiguna. Bebek Peking betina menjadi
bebek petelur, dan bebek jantan menjadi bebek pedaging yang berkualitas bagus.
Menyusun Ransum Ternak Sendiri dengan Aplikasi Sederhana
Sebagian besar dari peternak ayam pedaging di Indonesia
mengandalkan pakan dari produsen pakan ataupun membelinya lewat poultry shop.
Padahal peternak dapat menyusun ransum sendiri dengan menggunakan bahan-bahan
di sekitar lokasi peternakan. Dalam menyusun ransum yang perlu diperhatikan
adalah kebutuhan dari ternak yang akan diberi pakan tersebut. Dengan cara
menyusun ransum sendiri, peternak dapat menekan biaya pakan yang selama ini
menjadi momok bagi para peternak kecil. Cara menyusun ransum tidaklah sesulit
yang dibayangkan, asalkan memiliki pengetahuan tentang bahan pakan ternak. Yang
menjadi kendala dari peternak Indonesia adalah keterbatasan sumber daya manusia
yang belum memadai, sehingga menjadi penghambat pembangunan peternakan.
Selasa, 30 Juni 2015
Ayam Petelur White Leghorns
Ayam ras petelur merupakan hasil rekayasa genetika
berdasarkan karakter-karakter ayam yang ada sebelumnya. Perbaikan genetik
terus-menerus dilakukan untuk pencapaian produksi yang optimal, sehingga dapat
memproduksi telur dengan jumlah yang banyak. Salah satu keunggulan dari ayam
ras petelur adalah produksi telurnya lebih tinggi dibandingkan dengan ayam
buras dan jenis unggas lainnya. Asal mula ayam petelur adalah ayam hutan dan
itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur dalam jumlah banyak.
Selang berjalannya waktu, diseleksi secara ketat oleh para pakar. Arah seleksi
ditujukan pada produksi yang banyak , karena ayam hutan dapat diambil telur dan
dagingnya maka arah dari produksi yang banyak dalam seleksi tadi mulai
spesifik. Selain itu, seleksi juga diarahkan pada warna kulit telur hingga
kemudian dikenal ayam petelur putih dan ayam petelur cokelat.
Rabu, 20 Mei 2015
Sejarah Ayam Petelur di Indonesia
Dengan mempelajari sejarah perkembangannya kita berharap untuk dapat terus mengembangkan industri peternakan terutama ayam lokal dan ras yang ada di Indonesia. Dengan memperhatikan seluk beluk perkembangannya sekaligus dapat mempelajari penyakita yang mengintai mereka. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa, Bapennas mengungkapkan bahwa ayam petelur (Gallus sp) adalah ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Asal mula ayam unggas adalah berasal dari ayam hutan dan itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat menghasilkan telur yang banyak dalam seleksi tadi mulai spesifik.
Senin, 27 April 2015
Tips Pemakaian Pemanas Ayam
Beragam bahan bakar
banyak digunakan oleh peternak untuk pemanas di masa brooding. Bahan bakar yang
biasa digunakan adalah gas, kayu bakar, batu bara, dan minyak tanah. Jenis
pemanas tradisional yang digunakan peternak adalah kayu bakar dan batu bara, sedangkan
bahan bakar yang sudah modern adalah gas. Dalam pemakaian bahan bakar gas,
kunci utama yang harus dicapai adalah efisiensi. Sebelum bahan bakar gas banyak
digunakan dipopulerkan, para peternak menggunakan bahan bakar batu bara dan
kayu, sekalipun harganya murah tetapi sulit diatur serta asap yang
mengkhawatirkan bagi kesehatan ayam. Penggunaan bahan bakar gas bukan tanpa
alasan, sekalipun biaya investasi tergolong mahal tetapi memiliki beberapa
keunggulan seperti panas stabil, terfokus, tidak menimbulkan polusi, serta suhu
yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Sabtu, 25 April 2015
ND pada Ayam Petelur
Penyakit Newcastle Disease atau yang biasa disebut dengan
ND merupakan masalah yang sering menjadi momok bagi peternak ayam petelur.
Karena wabah penyakit ini dapat menimbulkan kematian yang sangat tinggi dan
dapat mencapai 100% serta waktu penyebarannya yang sangat cepat. Menurut
pendapat para ahli, penyakit ini dapat menular pada manusia dengan gejala
klinis conjunctivitis walaupun kasusnya sangat jarang dijumpai. Sedangkan pada
unggas dan burung liar lainnya dengan gejala klinis berupa gejala syaraf,,
gejala pernafasan dan gejala pencernaan. Pada ayam petelur, perubahan yang
terjadi pada ayam yang terserang pada organ reproduksi akibat ND yaitu indung
telur kecil, selaput telur membengkak, dan terjadi pendarahan.
Penyebab dan kejadian penyakit ND disebabkan oleh virus
dari famili Paramyxoviridae dengan genus Pneumovirus dan Paramyxovirus, dimana
virus ini dapat menghemaglutanasi darah. Penyebarannya biasanya melalui kontak
langsung dengan ayam yang sakit dan kotorannya, melalui ransum, air minum,
kandang, tempat ransum/minum, peralatan lainnya yang tercemar oleh kuman
penyakit, melalui pengunjung, serangga, burung liar, dan angin/udara sampai
mencapai 5 KM. Virus ND ditemukan dalam jumlah tinggi selama masa inkubasi
sampai masa kesembuhan. Virus ini terdapat pada udara yang keluar dari
pernafasan ayam, kotoran, telur-telur yang diproduksi selama gejala klinis dan
dalam karkas selama infeksi akut sampai kematian.
Gejala klinis penyakit ini dapat diamati melalui gejala
pernafasan seperti bersin-bersin, batuk, sukar bernafas, megap-megap, dan
ngorok; gejala syarap berupa sayap terkulai, kaki lumpuh (alan terseret), jalan
mundur serta leher terpeluntir yang merupakan gejala khas penyakit ini.
Kemudian gejala pencernaan meliputi diare berwarna hijau, jaringan sekitar mata
dan leher bengkak, pada ayam petelur produksi akan terhenti, kalau sudah sembuh
kualitas telur jelek, warna abnormal, bentuk dan permukaannya abnormal dan
putih telurnya encer. Hal itu disebabkan oleh karena organ reproduksinya tidak
dapat normal kembali. Umumnya kematian anak ayam dan ayam muda relatif lebih
tinggi dibandingkan ayam muda. Untuk mengetahui secara pasti benar tidaknya
ayam terserang ND, dapat dilakukan pembedahan bangkai. Pada kasus beah bangkai
ayam yang terserang akan terlihat adanya bintik-bintik merah pada
proventriculus (kantong depan ampela).
Sumber :
Senin, 26 Mei 2014
Diare pada Ayam
Diare pada yaam dapat terlihat dari feses yang dikeluarkan. Feses yang normal berwarna coklet seperti biasa. Tidak jauh dengan manusia, ketika ayam terserng diare, feses yang dikeluarkan ayam akan encer dan ada tambahan warna seperti kapur atau hijau. Diare dapat terjadi karena adanya infeksi pada sistem pencernaan karena bakteri atau cacing.
Penyebab diare dapat
diklasifikasikan berdasarkan jenis berak dikeluarkan ayam, berak kapur (pullorum) sering ditemukan pada ayam
usia 1 – 10 hari. Gejala yang timbul adalah nafsu makan akan menurun, kotoran
encer bercampur dengan butiran putih seperti kapur, bulu dubur melekat satu
sama lain, sayap terkulai, jengger keabuan, mata tertutup dan ayam cenderung
bergerombol ke tempat yang hangat. Berbeda dengan ayam dewasa yang terserang
pullorum, berak kapur tidak benar-benar tampak. Ayam dewasa yang terkena akan
mengalami penurunan produksi, depresi, anemia, kotoran encer berwarna kuning.
Sedangkan berak hijau diduga ditularkan oleh bakteri sejenis Salmonella
pullorum. Penularannya sangat mudah yaitu melaluikontak langsung termasuk
saat jantan mengawini betina dan melalui pakan dan minuman yang terkontaminasi
dengan ayam yang sakit. Gejala yang terjadi sama seperti gejala berak kapur.
Selain karena bakteri, diare pada ayam disebabkan oleh tumbuhnya cacing Ascaridia galli di usus ayam. Infeksi
cacing ini berdampak pada peradangan saluran pencernaan sehingga ayam tidak
mampu memanfaatkan makan dengan baik dan pertumbuhannya terganggu.
Obat kimia dan antibiotik yang dapat
digunakan ada beraneka ragam jenisnya. Pada ayam yang beraknya kapur atau berak
hijau yang disebabkan bakteri Salmonella
pullorum atau semisalnya dapat diberi suntikan berupa furozolidan, coccilin, neo terramycin, tetra, myconas, atau preparat
sulfonamide di dada ayam. Sedangkan pada ayam diare karena cacingan (ascarida galli) dapat diberi obat cacing
kimia seperti piperazine dengan dosis
sebanyak 50 -100 mg/kg bobot badan.
Selain obat kimia, pengobatan diare
juga bisa dilakukan dengan menggunakan bahan alami seperti bawang putih.
Berdasarkan kandungan yang berada pada bawang putih, baik sebagai anti bakteri,
antiseptik terhadap luka khususnya peradangan khususnya perdangan pada usus
sangat cocok diberikan pada ayam yang mengalami diare sebagai antibiotik alami.
Dengan pemberian bawang putih, populasi bakteri ataupun cacing dapat berkurang.
Sumber
:
http://nurulfauziah1260.wordpress.com/2012/12/17/pemberian-bawang-putih-sebagai-antibiotik-alami-dalam-mengobati-diare-pada-ayam-peternakan/
Jumat, 11 April 2014
Defisiensi Nutrisi Ayam
Ayam memerlukan asupan
nutrisi yang seimbang baik dalam kuantitas maupun kualitas. Ransum dengan
nutrisi sesuai kebutuhan akan menjadi faktor penting dalam menentukan
produktifitas ayam. Stamina dan kondisi kesehatan ayam akan optimal jika ayam
memiliki asupan nutrisi yang sesuai. Secara umum nutrisi dibagi menjadi 2,
yakni nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak, dan serat) dan nutrisi mikro
(mineral, vitamin, maupun asam amino). Kebutuhan kedua nutrisi tersebut hendaknya
terpenuhi seimbang, namun kenyataannya nutrisi mikro sering terabaikan. Hal itu
mungkin saja tidak diketahui karena kadarnya yang tidak dapat dideteksi. Atau
karena penanganan ransum yang tidak sesuai menyebabkan penurunan kadar nutrisi,
karena mudah dipengaruhi suhu, cahaya dan oksigen.
Kondisi yang demikian akan menimbulkan celah antara
kebutuhan dengan nutrisi yang diberikan dan berakibat ayam akan mengalami
gangguan produktivitas. Kondisi tersebut biasa disebut dengan difisiensi
nutrisi. Secara umu defisiensi dapat terjadi disebabkan jumlah nutrisi dalam
ransum kurang terpenuhi sehingga sekalipun feed intake telah terpenuhi, namun
kebutuhan nutrisi belum sepenuhnya terpenuhi. Atau sebaliknya, jumlah ransum
yang dikonsumsi tidak sesuai, sehingga asupan nutrisi yang masuk juga mengalami
kekurangan.
Kasus defisiensi nutrisi mengalami beberapa gejala yang
terlihat dari ayam seperti pertumbuhan yang tidak maksimal, ayam mudah
terserang penyakit, penurunan produksi telur, penurunan daya tetas. Dengan
melihat gejalanya saja tentu kurang jeli dan komprehensif, karena hampir mirip
dengan infeksi penyakit. Ada gejala khas defisiensi nutrisi seperti ayam yang
suka mematuk temannya sendiri dan kelumpuhan.
Kanibalisme terjadi karena ayam mengalami defisiensi mineral
(Na, Cl), vitamin ataupun asam amino, ayam biasanya akan berperilaku mematuk
bulu dan kepala. Kanibalisme yang sudah parah ditandai dengan ditemukannya ayam
yang berdarah karena dipatuk oleh ayam lain. Selain itu, kanibalisme dapat
disebabkan karena stress akibat perubahan ransum, stress panas, kekurangan
pencahayaan, dll. Sedangkan kelumpuhan, pincang atau kelainan bentuk kaki
terjadi karena defisiensi vitamin dan mineral, seperti vitamin E, vitamin B
kompleks, mangan, zinc, dan selenium yang menyebabkan kaki seperti terpluntir.
Kamis, 10 April 2014
Sanitasi Ayam Broiler
Sanitasi adalah usaha pemeliharaan
atau penjagaan melalui kebersihan meliputi menjaga litter tetap kering, rajin
membersihkan kotoran, menjaga kebersihan makanan dan minuman, pemberian feed supplement, sebelum ayam masuk
kandang dan peralatannya dibersihkan serta didesinfektan dan dilakukan
istirahat kandang. Sanitasi
merupakan tindakan yang sangat penting bagi kesehatan ayam agar produksinya
tidak menurun dan ayam tersebut tetap terpelihara dengan baik. Di Indonesia
yang suhunya selalu hangat dan udaranya lembab, mikroorganisme penyebab
penyakit (mikroorganisme infeksius) dapat berkembang dengan cepat. Menurut
Sudarmono (2003) sanitasi secara sederhana merupakan tindakan pengendalian
penyakit melalui kebersihan ayam, petugas, dan lingkungan. Sanitasi terhadap ayam misalnya adalah karantina terhadap ayam
sakit, pembakaran bangkai ayam yang sudah mati dan sebagainya. Sebagai catatan,
penguburan bangkai dan pemanfaatan bangkai ayam untuk paka hewan lain adalah
tidak benar, karena hal itu akan membantu penyebaran bibit penyakit (sudarmono,
2003).
Progam sanitasi mencegah tumbuhnya
bibit-bibit penyakit untuk tumbuh atau masuk ke dalam peternakan dari lingkugan
sekitar maupun dari peternak lain. Selain dari kekebalan ternak dan factor yang
begitu penting yaitu mengenai dosis infeksi, atau banyak penyakit dapat terjadi
oleh satu mokroorganisme, biasanya disebabkan oleh beberapa organisme. Jadi
apabila progam sanitasi dilakukan dan dikerjakan terus menerus maka penyebaran
infeksi bias ditekan (Williamson, 1993). Sanitasi petugas adalah prosedur agar
petugas senantiasa bebas kuman sebelum melakukan aktivitasnya di dalam kandang.
Misalnya petugas wajib mencelupkan kakinya dalam larutan desinfektan sebelum
masuk ke kandang, petugas tidak dibenarkan berpindah-pindah kandang terutama
pada kelompok-kelompok yang memiliki umur berbeda, dan petugas harus mengenakan
pakaian kerja harian (sudarmono, 2003).
Sanitasi lingkungan meliputi
seluruh kandang dan semua peralatannya. Pada ayam-ayam dikandang yang sudah
terserang wabah maka benda-benda yang ada didalam kandang seperti litter,
kotoran, dan sisa-sisa makanan harus didesinfeksi sampai merata, kemudian
dibakar atau ditanam. Alat-alat perlengkapan kandang yang berada didalam
kandang disemprot dengan desinfektan kemudian dikeluarkan dan dijemur selama
beberapa hari. Untuk melakukan desinfeksi ini perlu mengenal macam-macam
desinfektan, sifat dan cara penggunaan (Sudarmono, 2003).
Desinfektan adalah bahan untuk
mematikan mikroorganisme. Menurut Smith (1997) desinfektan adalah kegiatan
merusak seluruh bentuk mikroorgannisme vegetative dan bentuk spora tidak dapat
dirusak dengan cara ini. Beberapa desinfektan yang dapat dipakai baik untuk
semprot kandang maupun deeping antara
lain:
1. Golongan
phenol (alcohol, lysil dll)
2. Detergen
3. Iodine
Untuk campuran air minum biasanya
menggunakan virusidal, iodine. Namun untuk iodine ini mempunyai sifat korosif,
sehingga dalam penggunaanya harus hati-hati untuk kandang berbahan besi
(Indartono dan Widodo, 2005). Sedangkan untuk semprot lingkungan farm atau deeping dapat diginakan Lysol atau ditergen sehingga menghemat
biaya operasional. Air minum berklorinasi juga efektif untuk menhambat virus,
namun harus dibuat minimal 100 ppm (Indartono dan Widodo, 2005)
Keberadaan penyakit pada ternak pun
sulit dibatasi keberadaannya pada ternak yang dipelihara. Banyak cara yang
dapat dilakukan untuk mencegah penyakit diantaranya memperhatikan sumber bibit,
vaksinasi yang teratur, menjauhi tempat-tempat yang sebagai sumber penyakit,
kurangi hal-hal yang dapat menyebabkan stress, pengawasan yang teratur dan
pencatatan yang tertib.
Sanitasi harus disertai dengan
pencegahan penyakit agar ayam betul-betul terjaga kesehatannya. Tujuan dari
usaha pencegahan penyakit adalah mengurangi terjangkitnya penyakit seminimal
mungkin, sehingga kerugian yang ditimbulkan dapat seminimal mungkin (Murtidjo,
1992).
Pengolahan terhadap kandang, ternak
ayam, dan peralatannya sehari-hari harus selalu menerapkan prinsip kesehatan.
Orang-orang dan makhluk-makhluk lain yang berkepentingan sebaiknya tidak masuk
kedalam kandang untuk mengurangi resiko masuknya bibit penyakit.
Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan cara :
a.
Vaksinasi
Vaksin adalah suatu produk hayati yang
berasal dari jasad renik (bakteri, virus, dan lain-lain) yang bersifat
merangsang pembentukan antibodi. Sedangkan vaksinasi sendiri berarti suatu
usaha untuk memberikan kekebalan pada ayam agar kekebalan terhadap serangan
suatu penyakit (Murtidjo, 1992).
Vaksin dibagi menjadi 2 macam yaitu :
1. Vaksin
aktif
Vaksin aktif
adalah mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada
dengan vaksi inaktif/pasif.
2. Vaksin
inaktif
Vaksin inaktif
adalah vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa
merubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yang
ditimbulkan lebih pendek, keuntungan disuntuntikan pada ayam yang diduga sakit.
Persyaratan
dalam vaksinasi adalah:
a) Ayam
yang divaksin harus sehat.
b) Dosis
dan kemasan harus tepat.
c) Sterilisasi
alat-alat. (Anonymous, 2008)
b.
Biosecurity
Biosecyrity merupakan upaya pengamanan
biologis, sedangkan secara istilah Biosecurity
adalah pengaman hewan ternak (Unggas) dari penularan dan penyebab virus dan
bakteri pathogen oleh agensia pembawa penyakit.
Langganan:
Postingan (Atom)
