Pages

Ads 468x60px

Labels

Selasa, 02 April 2013

Makalah Produktifitas Kelinci


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Budidaya Kelinci merupakan suatu alternatif yang dapat dijadikan sebagai sumber protein hewani yang bermutu tinggi, daging kelinci berwarna putih dan mudah dicerna. Kelebihan kelinci sebagai penghasil daging adalah kualitas dagingnya baik, yaitu kadar proteinnya tinggi (20,10%), kadar lemak, cholesterol dan energinya rendah. Keunggulan utama yang diperoleh dari mengkonsumsi daging kelinci, yaitu kandungan protein yang tinggi dan rendah kolesterol, sehingga daging kelinci dapat dipromosikan sebagai  daging sehat. 

Kelinci penghasil daging memiliki bobot badan yang besar dan tumbuh dengan cepat, seperti Flemish Giant, Chinchilla, New Zealand White, English Spot dan sebagainya,  selain itu kulit dan kotorannya masih mempunyai nilai ekonomis, khususnya kulit bulu (fur) dari ternak kelinci Rex dan Satin mempunyai nilai komersil yang tinggi sebagai bahan garmen yang dapat menggantikan  fur dari binatang buas yang semakin langka. Kelinci merupakan ternak penghasil bulu yang sangat potensial.
Beternak kelinci tidak membutuhkan modal yang cukup besar serta lahan luas untuk beternak. Pakan kelinci pun dapat dengan mudah didapat yaitu dengan cara memanfaatkan limbah hasil pertanian seperti bekatul, ampas tahu, serta beraneka ragam dedaunan hasil limbah pertanian seperti daun sayuran kubis, singkong, ubi jalar dan lainnya. Kelinci mudah dipelihara karena Kelinci mempunyai potensi biologis yang tinggi, yaitu kemampuan reproduksi yang tinggi, cepat berkembang biak, interval kelahiran yang pendek, prolifikasi yang sangat tinggi dan mudah dalam pemeliharan. Perkembangbiakan kelinci sangat cepat, dalam sekali bunting kelinci dapat menghasilkan  sekitar 8-12 anak kelinci.
Gerakan peningkatan gizi yang dicanangkan pemerintah terutama yang berasal dari protein hewani sampai saat ini masih belum terpenuhi. Kebutuhan daging kita masih banyak dipenuhi dari impor. Kelinci yang punya keunggulan dalam cepatnya berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan rendahnya biaya produksi menjadikan ternak ini sangat potensial untuk dikembangkan.



Tujuan
1.      Untuk menjelaskan mengenai produktivitas kelinci
2.      Untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh pada produktivitas kelinci
3.      Untuk menganalisis usaha pemeliharaan kelinci yang baik dan memberikan manfaat yang besar.
Metode Penulisan
Penulisan pada makalah ini berlansung antara tanggal 14-16 Februari 2013, dengan menggunakan study literatur.
Analisis Masalah
Kelinci  merupakan salah satu ternak alternatif penghasil  daging sebagai sumber protein karena kelinci mempunyai laju pertumbuhan dan perkembangbiakan yang relatif  cepat. Kelinci mampu  memproduksi daging yang berkadar lemak sangat rendah dan disamping itu kelinci juga merupakan ternak penghasil bulu yang potensial.
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang potensi yang dimiliki oleh kelinci sehingga perkembangan peternakan kelinci kurang berkembang dengan baik, selain itu masyarakat cenderung menjadikan kelinci sebagai binatang peliharaan dan kesayangan. Serta opini bahwa kasihan jika kelinci disembelih untuk diambil dagingnya. Hal ini berbanding terbalik dengan harga daging sapi yang sangat mahal tetapi produksinya yang sedikit setiap tahunnya, tetapi permintaan pasar terus meningkat, hingga pemerintah mengambil langkah untuk import daging sapi dan sapi bakalan untuk digemukkan.
Oleh sebab itu maka perlu dilakukan pengelolaan secara intensif untuk mencapai produktivitas kelinci yang maksimal, sehingga mencukupi kebutuhan daging kelinci untuk konsumsi dll sebagai alternatif.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Sudah sejak lama (sekitar 20 tahun yang lalu), kelinci dipromosikan sebagai salah satu ternak alternatif untuk pemenuhan gizi (khususnya protein hewani) bagi ibu hamil dan menyusui, serta anak -anak yang kekurangan gizi . Hal ini karena ternak kelinci dapat dijadikan alternatif sumber protein hewani yang bermutu tinggi, dagingnya berwarna putih dan mudah dicerna. Kelebihan kelinci sebagai penghasil daging adalah kualitas dagingnya baik, yaitu kadar proteinnya tinggi (20,10%), kadar lemak, cholesterol dan energinya rendah (Diwyanto  et al., 1985).
Sedangkan menurut Purnama (1997), Salah satu potensi ternak kelinci sebagai temak peliharaan adalah kecepatan dalam berkembang biak ataupun produktivitas dalam beranaknya, karena pada umur 5-7 bulan sudah dapat dikawinkan dengan masa buntingnya hanya 30-33 hari. Selain itu litter size yang dilahirkan 4 ekor sampai 12 ekor, sedangkan 14 hari setelah beranak dapat dikawin ulang. Hal ini berkaitan erat dengan sifat ovulasi ternak kelinci yang tidak spontan atau "induce ovulation" yakni ovulasinya dapat terjadi melalui salah satu rangsangan ovulasi, hormonal, thermis-mekanis, visual diantara ternak betina dan jantan sekandang. Priyono (2011), menyatakan bahwa kelinci merupakan hewan yang memiliki masa kebuntingan 28 sampai 35 hari dengan masa produksi 1 sampai 3 tahun. Umur dewasa kelinci berkisar antara 4 sampai 10 bulan dan umur dikawinkan antara 6 sampai 12 bulan. Jumlah anak per kelahiran bisa mencapai 4 sampai 10 ekor kelinci. Informasi cara menentukan jenis kelamin kelinci adalah sangat penting, terutama untuk pemula yang hendak memelihara kelinci pasangan. Jika membeli kelinci pasangan ketika masih kecil tidak masalah, akan tetapi jika sudah mengalami masa pubertas, kelinci bisa saling menciderai.
Menurut Farrel dan Raharjo (1984), kelinci menjadi ternak pilihan karena pakannya tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, maupun ternak industri yang intensif. Kelinci juga tumbuh dengan cepat, dan dapat mencapai bobot badan 2 kg atau lebih pada umur 8 minggu, dengan fisiensi penggunaan pakan yang baik pada ransum dengan jumlah hijauan yang tinggi.



BAB III
PEMBAHASAN
Berbagai jenis kelinci yang berpotensi :
      Kelinci pedaging : Flemish Giant, Chinchilla, New Zealand White, English Spot, dsb.
      Kelinci hias : Rex, Satin, Nederland Dwarf
      Kelinci hias sekaligus pedaging : New Zealand White, Flemish Giant, California, Angora
Jenis kelinci yang paling banyak diminati yaitu lop, nederland dwarf, polish, angora, blanc de Hotot, Dutch, Chinchilla, Silver Martin, New Zealand White, Flemish Giant, dan Tan. Sebagai penghasil fur (bulunya), misalnya rex, angora dan silver.
Sebagai penghasil daging dan kulit, yaitu New Zealand White, Caroline, Flemish, dan Chinchilla. Selain manfaat tersebut kotoran dan urine dari semua jenis kelinci dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami yang saat ini masih sangat terbatas namun sangat diminati oleh penggemar tanaman hias.
Rerpoduksi dari ternak kelinci
Tanda-tanda jantan sedang berahi :
  • agresif
  • suka menggigit
  • suka menandai tempat dengan air kencing
Tanda-tanda betina sedang berahi :
  • agresif
  • suka menyerang sesamanya

Kelinci jantan mulai dewasa kelamin umur 6-10 bulan, sedangkan betina umur 5-9 bulan. Masa bunting betina antara 29-35 hari, umumnya 31-32 hari. Jumlah anak kelinci dalam satu kelahiran dapat mencapai 4-10 ekor.




Perkawinan dan Kebuntingan
Masa puber kelinci jantan umur 3 bulan dan bisa membuahi pada usia 5 bulan. Sedangkan masa puber kelinci betina pada usia 5 bulan dan bisa hamil pada usia 5,5 bulan ke atas. Cara kawin. Bawa betina ke kandang jantan. Masukkan dan biarkan bercumbu. Biasanya pejantan akan menciumi bagian muka dan kelamin betina. Betina yang cenderung lari-lari biasanya mudah kawin dibanding yang tengkurap tanpa gairah.
Tunggu sekitar 2-4 menit sampai betina nungging memberikan kelaminnya kepada pejantan. Dalam waktu sekitar 30-40 detik pejantan akan terkulai lepas. Satu menit kemudian ambil betina, istirahatkan dan berikan makan. Sepuluh hingga lima belas menit kemudian kembali betina ke kandang pejantan, ulang lagi hingga tiga kali. Jika pada ketiga kali betina tidak minat kawin lagi tidak masalah. Dua kali cukup. Kawin sekali bisa melahirkan antara 2-4 ekor anak. Sedangkan jika kawin 2-3 kali biasanya mampu melahirkan 4-8, bahkan 10 anak, tergantung kondisi produktivitas sang betina.
Ciri-ciri kelinci jantan maupun betina hendak kawin bisa dilihat pada bagian kelaminnya. Jika merah, tanda sudah pingin kawin. Bisa juga dengan melihat tingkahnya, seperti pantatnya ngesot dip agar kandang, atau menggesek-gesek dagunya. Atau bisa juga melihat dengan memegang bagian pantat. Jika saat kelinci dipegang langsung nungging itulah tanda kepingin kawin. Kelinci hamil sangat butuh perhatian. Sebagaimana manusia hamil, kelinci butuh pasokan gizi baik dan pakan stabil. Lapar dan kurang minum saat hamil membuat stres sang induk. Wortel setiap hari 1 batang cukup untuk memasok gizi. Masa hamil kelinci antara 29-33 hari.
Minggu pertama biasanya gelisah ketika janin tumbuh. Berikan perhatian pakan yang cukup dan belaian khusus untuk menghindari stres. Pada usia kehamilan 17 hari, kandungan mulai membesar. Sang induk semakin butuh banyak makan. Pagi, siang, sore dan malam harus tersedia makanan. Memasuki usia kandungan 25 hari kelinci nampak gelisah karena menjelang kelahiran. Ciri-ciri hendak melahirkan adalah sang induk mengorek-ngorek kandang dengan kuku kaki depannya. Ini adalah karakteristik kelinci yang ingin menggali lubang di tanah. Sediakan kotak dan jerami kering supaya induk merasa ada jaminan tempat melahirkan.



Sebelum melahirkan biasanya kelinci mencabuti bulunya untuk tempat tidur sang anak. Kehamilan pertama dan kedua biasanya sang induk agak gugup, namun sebagian ada yang langsung tanggap. Jerami untuk induk baru sangat penting karena biasanya ia akan telat mencabuti bulunya. Kotak harus bersih, tidak basah dan jangan sampai muncul hewan kutu (atau uget-uget). Saat hendak dan sesudah melahirkan jangan sering dilihat, kecuali oleh Anda yang sudah terbiasa merawat. Kelinci merasa ketakukan anaknya diganggu orang jika dilihat terus-menerus.
Berikan sayuran atau rumput serta minuman saat menjelang kelahiran sebab setelah melahirkan kelinci sangat capek, dehidrasi dan butuh makanan yang banyak. Telat memberi makanan saat kelahiran adalah penyiksaan. Kenapa kelinci kanibal? Dua kemungkinan utama. 1) Stres karena pasokan pakan sehat sejak minggu pertama hingga minggu ke empat kurang terjamin sehingga dirinya merasa tersiksa dengan kehadiran anak-anaknya. 2) Takut terhadap bahaya seperti ancaman tikus, anjing, kucing dll.
Pasca kelahiran
Kelinci lahir hanya mengandalkan makan dari air susu induknya (ASI). Biasanya induk menyusui pada jam-jam tertentu pada subuh atau malam hari. Anak kelinci wajib mendapat pasokan ASI hingga usia 35 hari. Di bawah itu anak tidak sehat dan gampang mati. Berdosa jika kita memisahkan anak kelinci dari induknya sebelum usia 35 hari.
Pemisahan anak dari induk minimal 35 hari. Dimulai sapih pada usia 32 hari dengan cara memisahkan pada siang hari dan mengembalikan pada sore hari. Jika belum hendak dijual atau alasan lain, anak kelinci bisa terus menyatu dengan induknya hingga umur 45 hari



Produktivitas Kelinci
Kelinci dapat bunting 5-6 kali dalam setahun, setiap kebuntingan bisa menghasilkan anak kelinci minimal 5 ekor, dan bobot dewasa 2kg/ekor
1 induk Kelinci          = (5 bunting X 5 anak) X 2kg = 50 kg/hidup/tahun          
1 induk Sapi               = 1 anak/tahun = 100 kg/hidup/tahun
2 induk Kelinci          = 100 kg/thn bisa memproduksi setara 1 anak sapi
Gambaran Peluang Agribisnis ternak kelinci, Sebagai buktinya bahwa kelinci mempunyai produksi yang lebih tinggi dari sapi adalah, jika satu satuan ternak atau Animal Unit yang diwakili oleh sapi dewasa mempunyai berat rata-rata 500kg (berat rata-rata kelinci dewasa 2kg). Jika kelinci dalam satu tahun diprogram untuk beranak sebanyak 5 kali dengan asumsi jumlah anak per kelahiran 5 ekor maka, dalam setahun satu induk kelinci dapat menghasilkan anak sebanyak 25-30 ekor. Jika kelinci dijual dengan berat 2kg maka itu artinya satu induk kelinci dalam satu tahun dapat menghasilkan daging dengan berat hidup sebesar 50kg. Sedangkan sapi dalam setahun hanya menghasilkan satu anak dengan berat sekitar 100kg (umur 3 bulan), sehingga perbandingan produksi kelinci dengan sapi (dalam satuan ternak/animal unit) adalah sebesar 1 : 2. Berdasarkan hal diatas maka kelinci mempunyai prospek dan peluang yang besar untuk dikembangkan dan dimaksimalkan produksinya.



BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Potensi produktivitas yang dimiliki ternak kelinci sangat tinggi, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada ternak lain yang kurang berpotensi. Dengan manajemen yang baik maka peternakan kelinci akan menghasilkan produksi yang optimal.

Saran
Sebaiknya para peternak kelinci lebih memperhatikan manajemen budidaya dari pengalaman maupun belejar dari peternak yang sudah sukses, sehingga produksinya tidak mengalami kegagalan atau bangkrut.
Daftar Pustaka
Agus. 2011. Jenis Jenis Penyakit Pada Kelinci. http://kelincihiasku.wordpress.com/2011/05/16/ jenis-jenis-penyakit-kelinc/ diakses pada tanggal 11/09/2012
Anonymus. 2011. Pakan kelinci, hijauan atau konsentrat. http://prestasikelinci.wordpress.com/2011/12/16/pakan-kelinci-hijauan-atau-konsentrat/ Diakses pada tanggal 11/09/2012
Chandika. 2008. Membuat kandang kelinci http://chandikarabbit.wordpress.com/2008/01/25/membuat-kandang-kelinci-yu/ diakses pada tanggal 09/09/2012
Diwyanto, K., R. Sunarlin, dan P. Sitorus. 1985. Pengaruh persilangan terhadap karkas dan preferensi daging kelinci panggang. Jurnal Ilmu dan Peternakan 1 (10):427-430.
Ensminger, M.E., J.E. Oldfield dan W.Heinemann. 1990. Feeds and Nutrition. 2nd Ed. The Ensminger Publishing Co., Clovis.
Farrel, D.J. dan Y.C.Raharjo. 1984. Potensi ternak Kelinci sebagai Penghasil Daging. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor.
Priyono, Putra. 2011. Cara Membedakan Jenis Kelamin Betina dan Jantan pada Kelinci. http://www.ilmupeternakan.com/2011/08/cara-membedakan-jenis-kelamin-betina-dan-jantan-pada-kelinci.html . Diunduh 10 Mei 2012.
Purnama, R. Denny. 1997. Teknik Fostering Sebagai Tindakan Alternatif Dalam Usaha Meningkatkan Produktivitas Induk Kelinci. Balai Penelitian Ternak Ciawi : Bogor



Tidak ada komentar:

 
 
Blogger Templates