Pages

Ads 468x60px

Labels

Kamis, 06 Agustus 2015

Makalah Bibit Babi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan peternakan merupakan bagian pembangunan nasional yang penting, karena salah satu tujuan pembangunan peternakan nasional adalah peningkatan sumber daya manusia secara berkelanjuta melalui perbaikan gizi untuk mewujudkan keluarga mandiri sadar gizi, sebagai dasar pembentukan manusia Indonesia di masa depan.

Minggu, 02 Agustus 2015

Pengertian Baiat

Baiat adalah ungkapan perjanjian antara dua pihak yang terjadi penyerahan hak, pernyataan ketaatan atau kewajiban pihak pertama secara suka rela kepada pihak kedua yang seakan-akan salah satu pihak menjual apa yang dimilikinya dan menyerahkan dirinya dan kesetiannya kepada pihak kedua secara ikhlas dalam hal urusannya.

Hakikat Hukum Islam

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hakikat adalah kata benda yang berarti kebenaran atau yang benar-benar ada. Kata hakikat berasal dari kata pokok hak (al-haq), yang berarti milik (kepunyaan) atau benar (kebenaran). Sedangkan, hukum islam adalah syariat yang berarti hukum-hukum yang diadakan oleh Allah untuk umat-Nya yang dibawa oleh seorang Nabi, baik hukum yang berhubungan dengn kepercayaan (aqidah) maupun hukum-hukum yang berhbungan dengan amaliyah (perbuatan).

Makalah Study Islam Baru

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Ulumul Qur’an adalah sekumpulan ilmu yang berhubungan dengan al-Qur’an. Untuk dapat memahami kalam Allah, sejalan dengan penjelasan Rasulullah saw, serta pendapat yang dikutip sahabat, dan tabi’in dari Nabi tentang kandungan al-Qur’an maka salah satu unsur penting yang digunakan sebagai pendekatan adalah ilmu ushul Fiqh. Salah satu unsur penting yang digunakan sebagai pendekat dalam mengkaji islam adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah yang dijadikan pedoman dalam menetapkan hukum-hukum syari’at yang bersifat amaliah yang diperoleh melalui dalil yang rinci. Melalui kaidah-kaidah itu akan diketahui nash-nash syara’ dan hukum-hukumnya. Diantara kaidah-kaidah yang penting untuk kita ketahui adalah lafaz ‘am dan lafaz khas.

Jenis Olahan Daging Basah

1. Teriyaki (Jepang)
            Teriyaki adalah cara memasak makanan Jepang yang dipanaskan atau dipanggang di atas wajan atau kisi-kisi dari besi untuk memanggang dengan menggunakan saus teriyaki (tare). Saus teriyaki dibuat dari kecap asin (shōyu), sake untuk memasak, dan gula pasir dengan takaran 1:1:1. Kata teriyaki berasal dari kata teri yang artinya bersinar (karena mengandung gula), dan kata yaki yang artinya dibakar atau dipanggang. Sewaktu sedang membuat teriyaki, bahan-bahan makanan yang akan dipanggang dicelupkan dan diolesi dengan saus teriyaki sampai beberapa kali hingga betul-betul masak. (http://aksesdunia.com/tag/teriyaki/)

Rencana Program Penyuluhan Tata Laksana Pemerahan Pada Peternakan Sapi Perah Di Kecamatan Oro-Oro Ombo Kabupaten Batu


ANALISIS SITUASI
Susu merupakan salah satu produk primer ternak perah yang merupakan sumber protein berkualitas sangat baik dan merupakan potensi pangan yang dapat menjadi faktor penentu kualitas sumberdaya manusia (SDM) nasional yang kompetitif. Susu sebagai bahan pangan hasil ternak di era pasar bebas, dituntut dalam jaminan keamanan dan kualitasnya agar dapat bersaing di pasar global. Susu memiliki nilai gizi yang hampir sempurna dan sangat peka terhadap pengaruh fisik maupun mikrobiologis, sehingga sangat penting untuk menghasilkan susu yang Halal, Aman, Utuh, dan Sehat (HAUS). Kerusakan susu banyak disebabkan oleh faktor kebersihan, suhu, kecepatan dan ketepatan dalam penanganannya, sehingga dalam proses produksinya, penting untuk diterapkan Good Farming Practices dan Good Hygienic Practices dengan baik dan benar pada peternakan dan koperasi.

Pembukaan Kredit Berdokumen / LC

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Letter of credit atau sering disingkat menjadi L/C, LC, atau LOC, adalah sebuah cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri (kepada pemesan).

Manajemen Pakan dan Sanitasi sebagai Faktor Optimalisasi Produksi Sapi Perah

BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang

Kebutuhan susu yang meningkat merupakan salah satu faktor perkembangan peternakan sapi perah di Indonesia. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kuantitas produksi susu diantaranya adalah : jumlah dan kualitas pakan, bulan laktasi, fase laktasi, dan bangsa sapi perah. Dalam penelitian ini bulan laktasi, fase laktasi, dan bangsa sapi perah pada kondisi yang sama.

Manajemen Kas dan Sekuritas

MANAJEMEN  KAS

1.  Pengertian Kas
Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang memiliki sifat paling lancar (paling likuid) dan paling mudah berpindah tangan dalam suatu transaksi. Transaksi tersebut misalnya untuk pembayaran gaji atau upah pekerja, membeli aktiva tetap, membayar hutang, membayar dividen dan transaksi lain yang diperlukan perusahaan. Kas merupakan aktiva yang tidak dapat langsung menghasilkan ‘laba’, dalam arti tidak bisa untuk mendapatkan laba secara langsung dalam operasi perusahaan. Kas perlu dikelola secara efektif dan efisien supaya pemanfaatan kas dapat optimal.

Manajemen Piutang

1.  Pengertian Piutang
Piutang dagang (account receivable) merupakan tagihan perusahaan kepada pelanggan / pembeli atau pihak lain yang membeli produk perusahaan. Piutang dagang muncul karena penjualan secara kredit. Penjual biasanya lebih suka melakukan penjualan secara tunai karena uang hasil penjualan dapat segera diterima, tetapi adanya persaingan memaksa perusahaan untuk menjual secara kredit untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan untuk menarik pelanggan baru. Credit term atau persyaratan kredit dari satu perusahaan dengan yang lainnya berbeda, namun pada perusahaan yang sejenis tidak jauh berbeda. Piutang merupakan  bagian yang cukup besar dari aktiva lancar, oleh karena itu perlu dikelola dengan cara yang seefisien mungkin. Piutang besarnya biasanya mencapai lebih kurang 20% dari nilai aktivanya, sebab pembeli banyak yang lebih suka membeli secara kredit karena dapat menggunakan uang yang relatif lebih kecil bila dibanding membeli secara tunai. Kebijakan penjualan kredit oleh perusahaan akan memunculkan dua pos perkiraan dalam neraca. Bagi penjual, penjualan kredit ini akan menambah pos piutang dan mengurangi persediaan barang, sedangkan bagi pembeli, maka pembelian kredit akan menambah hutang dagang (account payable) dan menambah persediaannya.
 
 
Blogger Templates