Bacillary
White Diarrhea atau yang lebih dikenal masyarakat awam
sebagai berak kapur. Penyakit yang disebabkan oleh salmonella pullorum sering terjadi kematian pada mesin penetas.
Secara umum penyakit berak kapur ditularkan dari indukan ke anakanya melalui
telur dan terjadi melalui mesin tetas yang yang terkena berak kapur karena
pembersihan yang kurang maksimal. Secara umum berak kapur menyebar melalui
kotoran ayam itu sendiri. Penyakit yang menyerang organ pencernaan ini sangat
rentan menyerang ayam ras pedaging.
Gejala yang sering
terlihat adalah ayam menjadi pucat, lemah, dan lesu, bulu pada ayam menjadi
kusam, ayam sering mengantuk, sayap terkulai kendur, nafsu makan menjadi
berkurang, kotoran agak cair dan berwarna keputih-putihan setelah mengering
akan seperti serbuk berwarna putih. Pada anak ayam yang terjangkit berak kapur
akan bergerombol pada lampu pemanas, mata sering terpejam, sayap terkulai
lemas, dan sering mengantuk atau menunduk.
Saat mengetahui adanya
ayam yang terjangkit pullorum harus segera diambil tindakan. Pasalnya, pada
umur hari ke-4 sampai hari ke-11 maka ayam yang terserang berak kapur rentan
akan kematian. Penyakit ini dapat menyerang ayam pada semua umur, tapi lebih
sering menyerang ayam pada usia 1 hari sampai 3 minggu karena pada masa ini
kematian akibat pullorum cukup tinggi. Ayam yang sudah terjangkit sebaiknya
dipisahkan dari kelompoknya dan yang sudah amat parah sebaiknya dimusnahkan
dengan cara dibakar agar bibit penyakitnya mati. Saat dilakukan pembedahan pada
ayam yang terjangkit pullorum akan ditemukan jantung dan empedu yang
benjol-benjol serta dijumpai bercak putih, hati dan limpanya akan membengkak.
Sebenarnya belum ada
pengobatan yang memberikan hasil memuaskan selama ini. Pengobatan yang mungkin
dilakukan adalah dengan pemberian antibiotik seperti furozolidon, coccilin, neo
terramycin, tetra atau mycomas yang disuntikkan melalui dada ayam. Pengobatan
juga dapat dilakukan dengan pemberian preparat sulfonamide. Pemberian
furazolidone pada anak ayam diyakini dapat mengurangi angka kematian.
Cara yang terbaik dalam
mencegah penyakit berak kapur adalah melakukan pencegahan timbulnya penyakit
melalui perbaikan sanitasi kandang. Pencegahan penyakit berak kapur dapat
dilakukan dengan perbaikan sanitasi kandang, diantaranya pencucian kandang
sampai benar-benar bersih, dilakukan pengapuran pada kandang pada dinding dan
lantai hingga merata, untuk penyempunaan sanitasi dapat dilakukan penyemprotan
formalin pada seluruh bagian kandang agar bibir penyakit yang tertinggal dari
pemeliharaan terdahulu mati, dibiarkan selama 10-14 hari agar kuman dan bakteri
tidak dapat lagi berkembang. Waktu istirahat kandang berguna agar bibit
penyakit yang telah ada dalam kandang tidak kembali berkembang setelah dilakukan
pembersihan kandang. Kurang dari waktu diatas dikhawatirkan bibit penyakit
masih hidup, sehingga saat Chick in
DOC bibit penyakit kembali berkembang melalui kotoran ayam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar