A. PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
Hijauan merupakan pakan utama bagi ternak ruminansia
akan tetapi ketersediaannya baik kualitas, kuantitas, maupun kontinuitasnya
masih terbatas. Keterbatasan ini disebabkan oleh kurangnya lahan untuk
penanaman hijauan pakan ternak sehingga ternak sering mengalami kekurangan
hijauan pada musim kemarau. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah
menggunakan pakan alternatif yang dapat menggantikan hijauan, mudah didapat dan
relatif murah serta kandungan nutrien yang baik. Salah satupakan alternatif
tersebut adalah kulit ketela pohon yang tersedia melimpah pada saat musim panen
di daerah sentra ketela pohon.
Ampas tahu merupakan hasil sampingan yang
diperoleh dari proses pembuatan tahu kedelai. Ampas ini biasanya dimanfaatkan
untuk pakan ternak dan sebagian lainnya digunakan oleh beberapa masyarakat
perdesaan untuk diolah menjadi bahan pembuat tempe gembus. Mengingat kandungan protein dan lemak pada ampas tahu yang tinggi yaitu
protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%, maka sangat memungkinkan
ampas tahu dapat diolah menjadi bahan makanan yang beragam variasinya. Sebagai
gagasan yang “beda”, maka ampas tahu dapat dimanfaatkan menjadi kerupuk yang
bernilai tambah lebih tinggi.
Salah satu faktor penting keberhasilan usaha
peternakan adalah kecukupan kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan.
Pakan adalah semua bahan makanan yang bisa diberikan dan bermanfaat bagi
ternak. Pakan yang diberikan pada ternak harus tidak dalam keadaan rusak
(busuk, bercendawan), disukai ternak, bebas dari penyakit, mudah didapat, dan
harganya murah. Pakan juga harus mengandung zat-zat yang diperlukan oleh
tubuh hewan ternak seperti air, karbohidrat, lemak, protein, mineral dan
vitamin.
![]() |
2.
Rumusan
Masalah
Perumusan
masalah akan memudahkan penulis dalam pengumpulan bahan, menyusun dan
menganalisisnya, sehingga penulisan dapat dilakukan secara mendalam dan sesuai
dengan sasaran yang telah ditentukan. Adapun perumusan masalah yang akan
dibahas dalam penulisan ini adalah:
a) Bagaimana
cara pemberian ampas tahu dalam pakan ternak ruminansia?
b)
Apa saja komposisi yang
terkandung dalam ampas tahu?
B. TINJAUAN PUSTAKA
Ampas tahu merupakan limbah dalam
bentuk padatan dari bubur kedelai yang diperas dan tidak berguna lagi dalam pembuatan
tahu dan cukup potensial dipakai sebagai bahan makanan ternak karena ampas tahu
masih mengandung gizi yang baik dan dapat digunakan sebagai ransum ternak besar
dan kecil. Penggunaan ampas tahu masih sangat terbatas bahkan seririg sekali
menjadi limbah yang tidak termanfaatkan sama sekali (Winarno, 2004).
Ampas tahu dalam keadaan segar
berkadar air sekitar 84,5% dari bobotnya. Kadar air yang tinggi dapat
menyebabkan umur simpannya pendek. Ampas tahu kering mengandung air sekitar
10,0-15,5%, sehingga umur simpannya lebih lama dibandingkan dengan ampas tahu
segar. Ampas tahu basah akan segera menjadi asam dan busuk dalam 2-3 hari
sehingga tidak disukai oleh ternak. Masalah itu dapat ditanggulangi dengan cara
menjemur dibawah panas matahari atau dimasukkan dalam oven (Sudarmadji dan
Bambang, 2003).
Penggunaan ampas tahu sebagai bahan tambahan
ini karena ampas tahu memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang cukup
tinggi selain itu juga ketersediaanya yang cukup banyak sehingga ampas tahu ini
dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pembantu. Ampas tahu yang digunakan dalam penelitian
ini berasal dari kedelai jenis grobongan yang memiliki nilai nutrisi yang lebih
tinggi bila dibandingkan dengan kedelai jenis impor. Berdasarkan uji
laboraturium kedelai varietas grobongan memiliki kualitas yang terbaik dan telah
diakui oleh 18 profesor dan 3 peneliti tingkat nasional, dengan kadar protein
mencapai 60% (Suhartina, 2008).
Perry,
et al. (2004) melaporkan bahwa dalam pembuatan silase harus mengandung kadar
air sekitar 60-75%. Kadar air melebihi ketentuan akan menghasilkan silase yang
terlalu asam sehingga kurang disukai ternak (Brotonegoro, et al. 1979). Mengingat
ampas tahu mengandung kadar air tinggi, maka bila dibuat silase perlu dilakukan
pengurangan kadar air. Upaya yang dapat dilakukan dalam mengurangi kadar air
adalah mencampurnya dengan bahan lain yang memiliki kadar air rendah. Diharapkan
bahan tersebut dapat menyerap sebagian air dari ampas tahu sehingga kadar total
air dari campuran tersebut mencapai 60-75%.
Metode
ini relatif lebih mudah dan praktis dilakukan untuk memperoleh kadar air total yang
sesuai dalam pembuatan silase, dibandingkan dengan proses pemerasan yang
membutuhkan alat pemeras. Disamping itu, dapat saling melengkapi kandungan gizi
yang dibutuhkan ternak dan dapat dijadikan sebagai ransum komplit siap saji. Segawa
(1991) melaporkan bahwa di Jepang, ampas tahu yang dicampur dengan jerami padi menghasilkan
silase yang baik dan siap digunakan oleh ternak.
C. PEMBAHASAN
1.
Pemberian
ampas tahu dalam pakan ternak ruminansi
Pemberian
ampas tahu sebanyak 2 kg dicampur dengan konsentrat 2,5 kg per ekor per hari
(komposisi konsentrat terdiri dari : dedak halus 50 kg, jagung halus 22 kg,
tepung ikan 5 kg, mineral 2 kg dan garam 1 kg) diberikan 2 kali sehari pagi dan
sore. Komposisi pakan ini telah diuji oleh BPTP Sumbar terhadap sapi Simental
yang berumur 2,5 tahun sampai 3,5 tahun dengan berat badan berkisar 350-600
kg. Pada awal pemeliharaan atau penggemukan ternak yang baru diberikan
obat cacing dan vitamin. Obat ini diberikan dengan cara menyembunyikan di dalam
rumput kemudian diberikan kepada sapi dengan cara memasukan rumput tersebut
kedalam mulut sapi.
Pagi hari
ternak dimandikan terlebih dahulu untuk menjaga kebersihan sehingga terhindar
dari berbagai penyakit. Kandang juga dibersihkan dari kotoran dan sisa makanan
yang menumpuk didasar kandang, ketempat penampungan yang telah disediakan untuk
dijadikan atau diolah menjadi kompos. Setelah bersih baru diberikan pakan
konsentrat dan ampas tahu yang sudah dicampur dengan air sesuai dengan
formulasi tersebut diatas. Setelah pakan konsentrat habis dua jam kemudian
diberikan pakan hijauan yang terdiri dari rumput gajah, rumput benggala dan
rumput setaria sebanyak 10% dari berat badan yakni siang dan sore hari. Air
disediakan secara adlibitum (terus menerus) dalam ember yang telah disediakan.
Ampas tahu dan konsentrat dapat memberikan hasil
yang optimal yakni pertumbuhan dan pertambahan berat badan 0,8 kg/ekor/hari.
Masa pemeliharaan lebih cepat dan pendapatan peternak meningkat Rp
17.500,-/ekor/hari dengan asumsi harga berat hidup Rp. 25.000,-/kg. Ampas tahu
merupakan hasil ikutan proses pembuatan tahu, yang dapat digunakan sebagai
bahan pakan ternak ruminansia dan unggas. Bahan pakan ini mudah didapat dan
memiliki nilai gizi cukup baik dengan kandungan protein kasar 21%. Sebagai
pakan tambahan, ampas tahu dapat berfungsi melengkapi protein dari
hijauan.
2.
Komposisi
dalam ampas tahu
Ampas tahu adalah salah satu bahan yang dapat
digunakan sebagai bahan penyusun ransum. Sarnpai saat ini ampas tahu cukup
mudah didapat dengan harga murah, bahkan bisa didapat dengan cara cuma-cuma.
Ditinjau dari komposisi kimianya ampas tahu
dapat digunakan sebagai sumber protein. Mengingat kandungan protein dan
lemak pada ampas tahu yang tinggi yaitu protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63%
dan abu 1,21%, maka sangat memungkinkan ampas tahu dapat diolah menjadi bahan
makanan ternak.
Melihat komposisinya,
ampas tahu memiliki kadar protein yang cukup tinggi, akan tetapi bahan pakan
ini mengandung bahan kering rendah atau banyak mengandung air. Tingginya
kandungan protein dan air menyebabkan ampas tahu tidak tahan lama disimpan karena
mudah mengalami pembusukan akibat tumbuhnya mikroorganisma perusak. Karena sifatnya
yang mudah rusak, biasanya penggunaan ampas tahu tidak lebih dari satu hari dan
oleh peternak langsung diberikan pada hari itu juga.
Kandungan yang terdapat pada ampas tahu memiliki
nilai gizi yang tinggi seperti Energi, Protein, Lemak, Karbohidat, Mineral,
Kalsium, Fosfor, Zat besi, dan Vitamin B. Jumlah kandungan gizi pada ampas tahu
terperinci pada tabel berikut.
a)
Tabel
kandungan gizi ampas per 100 gram
No
|
Unsur Gizi
|
Ampas Tahu
|
1
|
Energi (kal)
|
393
|
2
|
Protein (g)
|
4.9
|
3
|
Air (g)
|
17.4
|
4
|
Lemak (g)
|
5.9
|
5
|
Karbohidrat (g)
|
67.5
|
6
|
Mineral (g)
|
4.3
|
7
|
Kalsium (mg)
|
19
|
8
|
Fosfot (mg)
|
29
|
9
|
Zat besi (mg)
|
4
|
10
|
Vitamin B (mg)
|
0.2
|
b)
Hasil Riset Lainnya Yang Dilakukan Kepada Ampas Tahu
:
Nama Bahan Makanan : Ampas Tahu Versi DKBM P3G '90
Banyaknya Ampas Tahu yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Ampas Tahu yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Ampas Tahu = 67 kkal
Jumlah Kandungan Protein Ampas Tahu = 5 gr
Jumlah Kandungan Lemak Ampas Tahu = 2,1 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Ampas Tahu = 8,1 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Ampas Tahu = 460 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Ampas Tahu = 88 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Ampas Tahu = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Ampas Tahu = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Ampas Tahu = 0,06 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Ampas Tahu = 0 mg
Nama Bahan Makanan : Ampas Tahu Kukus
Banyaknya Ampas Tahu Kukus yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Ampas Tahu Kukus yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) =100%
Jumlah Kandungan Energi Ampas Tahu Kukus = 75 kkal
Jumlah Kandungan Protein Ampas Tahu Kukus = 4,1 gr
Jumlah Kandungan Lemak Ampas Tahu Kukus = 2,1 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Ampas Tahu Kukus = 10,7 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Ampas Tahu Kukus = 203 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Ampas Tahu Kukus = 60 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Ampas Tahu Kukus = 1,3 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Ampas Tahu Kukus = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Ampas Tahu Kukus = 0,07 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Ampas Tahu Kukus = 82,5 mg
Nama Bahan Makanan : Ampas Tahu Versi DKBM P3G '90
Banyaknya Ampas Tahu yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Ampas Tahu yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Ampas Tahu = 67 kkal
Jumlah Kandungan Protein Ampas Tahu = 5 gr
Jumlah Kandungan Lemak Ampas Tahu = 2,1 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Ampas Tahu = 8,1 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Ampas Tahu = 460 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Ampas Tahu = 88 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Ampas Tahu = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Ampas Tahu = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Ampas Tahu = 0,06 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Ampas Tahu = 0 mg
Nama Bahan Makanan : Ampas Tahu Kukus
Banyaknya Ampas Tahu Kukus yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Ampas Tahu Kukus yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) =100%
Jumlah Kandungan Energi Ampas Tahu Kukus = 75 kkal
Jumlah Kandungan Protein Ampas Tahu Kukus = 4,1 gr
Jumlah Kandungan Lemak Ampas Tahu Kukus = 2,1 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Ampas Tahu Kukus = 10,7 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Ampas Tahu Kukus = 203 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Ampas Tahu Kukus = 60 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Ampas Tahu Kukus = 1,3 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Ampas Tahu Kukus = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Ampas Tahu Kukus = 0,07 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Ampas Tahu Kukus = 82,5 mg
D. PENUTUP
1. Kesimpulan
a) Penggunaan
ampas tahu sebagai bahan tambahan ini karena ampas tahu memiliki kandungan
protein dan karbohidrat yang cukup tinggi selain itu juga ketersediaanya yang
cukup banyak sehingga ampas tahu ini dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pembantu.
b) Salah satu faktor penting keberhasilan
usaha peternakan adalah kecukupan kuantitas dan kualitas pakan yang
diberikan.
c) Ampas tahu adalah salah satu bahan yang
dapat digunakan sebagai bahan penyusun ransum.
d) Kandungan yang terdapat pada ampas tahu
memiliki nilai gizi yang tinggi seperti Energi, Protein, Lemak, Karbohidat,
Mineral, Kalsium, Fosfor, Zat besi, dan Vitamin B.
e) Penggunaan
ampas tahu masih sangat terbatas bahkan seririg sekali menjadi limbah yang
tidak termanfaatkan sama sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar