Pages

Ads 468x60px

Labels

Sabtu, 24 November 2012

Sistem Pertanian Terpadu



LAPORAN PRAKTIKUM
MATA KULIAH SISTEM PERTANIAN TERPADU
Disusun Oleh :
Kelompok : 2C
                                                                 Anggota :
Lestari Kusumah Dewi           (105050100111010)
Adhitya Wahyu U                  (105050100111011)
M. Faishal H                           (105050100111012)
Ferdiansyah R                         (105050100111014)
Yulianto Nugroho                   (105050100111015)
Taufik Ali Akbar                     (105050100111023)


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

Produksi Daun Murbei


BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar belakang
Usaha persuteraan alam telah lama dikenal sebagian masyarakatIndonesia. Kegiatan ini bersifat padat karya, tidak mutlak memerlukan ketrampilan khusus yang tinggi, menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang tinggi serta relatif cepat menghasilkan. Diharapkan kegiatan ini dapat dijadikan alternatif usaha dalam upaya peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan. Dari rangkaian kegiatan persuteraan alam tersebut, dipandang dari aspek usaha sebenarnya dapat dibagi menjadi 2 atau 3 unit usaha yang masing-masing dapat berdiri menjadi unit usaha mandiri, yaitu usaha kebun murbei sebagai pemasok pakan ulat sutera, kemudian usaha pemeliharaan ulat sutera untuk menghasilkan kokon sutera dan usaha pemintalan kokon menjadi benang sutera siap tenun. Sejalan dengan hal tersebut pemerintah telah menetapkan kebijaksanaan untuk meningkatkan persuteraan alam nasional melalui pembinaan dan penyuluhan juga berupa pemberian kredit persuteraan alam.

Kamis, 18 Oktober 2012

Gantungan Kunci Ceker Ayam makalah


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Di Indonesia, kulit merupakan salah satu bahan mentah yang cukup melimpah, yang digunakan sebagai bahan utama dalam usaha perkulitan dan karya seni. Tumbuh suburnya industri perkulitan di Indonesia ini didukung oleh berbagai faktor, salah satunya adalah peternakan. Kulit dihasilkan oleh binatang ternak, sehingga selama manusia masih memelihara atau memanfaatkan dan mengkonsumsi daging binatang ternak tersebut, kulit akan tetap tersedia.

Minggu, 14 Oktober 2012

Produk Olahan Telur


TELUR bisa diolah dalam berbagai menu. Kalau ingin mengolah telur dengan cara lainnya, telur pindang layak dijajal, yang
cocok disantap bersama gudeg khas Yogyakarta.

Bahan :

3.000 ml air
10 butir telur
5 lembar daun salam
5 lembar daun jambu batu
2 batang serai, memarkan, simpulkan
4 cm lengkuas, memarkan
1 sdm garam

Sabtu, 06 Oktober 2012

Makalah Penyakit Kelinci


BAB I
PENDAHULUAN

1. 1 LATAR BELAKANG
Kelinci merupakan hewan ternak yang dapat diperuntukan untuk sebagai ternak hias maupun untuk sebagai penghasil daging. Dalam beternak pasti ada kendala atau kesulitan yang akan dihadapi. Begitu juga beternak kelinci, pasti juga terdapat kesulitan dan kendala yang harus dihadapi. Kendala yang mungkin dihadapi dalam beternak kelinci adalah kematian yang disebabkan oleh hama dan penyakit.
Hama dan penyakit dapat menyerang semua jenis ternak, khususnya ternak kelinci. Ternak kelinci termasuk ternak yang tahan akan beberapa jenis penyakit. Tetapi perlu diperhatikan bawasannya kelici merupakan ternak yang suka menjaga kebersihan. Untuk itu dalam beternak kelinci harus diperhatikan untuk kebersihan tempat tinggal kelinci tersebut. Agar kelinci tidak terserang berbagai penyakit karena kebersihan dan kesterilan kandang.
Ada berbagai penyakit yang bisa menyebabkan kematian ataupun dapat menurunkan produktifitas ternak tersebut. Bahkan untuk ternak kelinci yang diperuntukkan sebagai kelinci hias kemungkinan jika terserang beberapa penyakit juga akan menurunkan harga kelinci tersebut. Beberapa penyakit yang sering menyuerang adalah coccidioses, mencret, kembung, pilek, dan lai-lain. Sebagian penyakit tersebut akan mengakibatkan kematian jika tidak ditangani. Untuk itu dalam makalah ini dibuat dengan tujuan agar peternak dapat mengenali barbagai berbagai jenis penyakit. Agar peternak lebih dapat mengantisipasinya untuk pencegahannya.

Selasa, 11 September 2012

Pengawetan Hijauan Makanan Ternak Secara Segar (Silase)

Alat :
1. Chopper untuk memotong hijauan
2. Polibag / kantong plastik sebagai silo/tempat silase
3. Kertas indikator pH
4. Lakban untuk merekatkan polibag
5. Timbangan
6. Alat press untuk menghilangkan udara
7. Tali rafia untuk mengikat bahan

Bahan :
1. Hijauan 

Jumat, 31 Agustus 2012

Istilah-istilah Ternak Potong


Istilah dalam Ternak Potong


1. Choice Grade                : pilihan tingkat kelas. Merupakan tingkat yang bagus. Pengaruhnya luas pada daging sapi. Terbagi menjadi 3 tingkat : small, modest,dan moderate marbling.

2. Ram                           : domba jantan
                                                                        
3. Weaning Weight           : berat badan yang sesuai dari pedet yang akan disapih. Pada sapi,ini adalah kondisi yang pas untuk perkembangan rumen yang baik.

4. Stunner                      :prosen penyetruman ternak yang akan dipotong

5. Loin                            : bagian pinggang. Terletak antara bawah tulang rusuk dan panggul.


Minggu, 26 Agustus 2012

Pembuatan hijauan awetan kering (hay)


Pembuatan hijauan awetan kering (hay)
Alat dan Bahan :
Alat:
1.       Timbangan
2.       Alat pencetak hay menjadi bales
3.       Tali rafia untuk mengikat hay
Bahan ;
1.       Gamal (Glirisidia Sepium)

Rabu, 01 Agustus 2012

Syarat PTS Dapatkan Beasiswa Bidik Misi

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Illa Sailah mengungkapkan, ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi PTS untuk mendapatkan beasiswa Bidik Misi.

Menurut Illa, harus ada kesepakatan dari kedua belah pihak, Kemdikbud dan PTS, sebelum beasiswa Bidik Misi resmi dikucurkan. Pasalnya, PTS penerima Bidik Misi tidak bisa lagi menggali partisipasi pendanaan dari mahasiswa miskin penerima beasiswa tersebut.

Rabu, 04 Juli 2012

Proses Pembuatan Tepung Ikan


Ket :
1.    Penyortiran : dilakukan untuk memisahkan antara bahan baku yang bagus, setengah bagus dan yang tidak bagus
2.    Perebusan : dilakukan untuk menghilangkan lemak-lemak yang mengganggu proses selanutnya, dan bakteri-bakteri yang tidak berguna. Dilakukan dengan cara : bahan baku dimasukan ke alat perebus selama 2 menit untuk menghilangkan lemak, kemudian bahan baku tersebut diangkat dan dilanutkan pross selanjutnya
 
 
Blogger Templates