Pangan asal hewan
(ternak) merupakan sumber protein dan mengandung asam amino esensial yang tidak
disupali dari bahan pangan lain, sehingga sangat berpengaruh terhadap status
kesehatan sesorang yang pada akhirnya berperan pada peningkatan kualitas sumber
daya manusia. Sumber protein asal ternak tersebut diantaranya daging, susu dan
telur. Telur unggas (ayam) mempunyai kandungan asam amino esensial dan non
esensial yang cukup lengkap dan tinggi mutunya, sehingga sangat cocok untuk
memenuhi kebutuhan manusia untuk pertumbuhan, disamping mudah dicerna, mudah
didapat dan murah harganya.
Jumat, 14 Desember 2012
Sabtu, 24 November 2012
Sistem Pertanian Terpadu
Disusun Oleh :
Kelompok : 2C
Anggota :
Lestari
Kusumah Dewi (105050100111010)
Adhitya
Wahyu U (105050100111011)
M.
Faishal H (105050100111012)
Ferdiansyah
R (105050100111014)
Yulianto
Nugroho (105050100111015)
Taufik
Ali Akbar (105050100111023)
FAKULTAS
PETERNAKAN
UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
MALANG
2012
Label:
Laporan Praktikum
Produksi Daun Murbei
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Usaha
persuteraan alam telah lama dikenal sebagian masyarakatIndonesia. Kegiatan ini
bersifat padat karya, tidak mutlak memerlukan ketrampilan khusus yang tinggi,
menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang tinggi serta relatif cepat
menghasilkan. Diharapkan kegiatan ini dapat dijadikan alternatif usaha dalam
upaya peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan. Dari rangkaian kegiatan
persuteraan alam tersebut, dipandang dari aspek usaha sebenarnya dapat dibagi
menjadi 2 atau 3 unit usaha yang masing-masing dapat berdiri menjadi unit usaha
mandiri, yaitu usaha kebun murbei sebagai pemasok pakan ulat sutera, kemudian
usaha pemeliharaan ulat sutera untuk menghasilkan kokon sutera dan usaha pemintalan
kokon menjadi benang sutera siap tenun. Sejalan dengan hal tersebut pemerintah
telah menetapkan kebijaksanaan untuk meningkatkan persuteraan alam nasional
melalui pembinaan dan penyuluhan juga berupa pemberian kredit persuteraan alam.
Kamis, 18 Oktober 2012
Gantungan Kunci Ceker Ayam makalah
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Di Indonesia, kulit merupakan salah
satu bahan mentah yang cukup melimpah, yang digunakan sebagai bahan utama dalam
usaha perkulitan dan karya seni. Tumbuh suburnya industri
perkulitan di Indonesia ini didukung oleh berbagai faktor, salah satunya adalah
peternakan. Kulit dihasilkan oleh binatang ternak, sehingga selama manusia
masih memelihara atau memanfaatkan dan mengkonsumsi daging binatang ternak
tersebut, kulit akan tetap tersedia.
Minggu, 14 Oktober 2012
Produk Olahan Telur
TELUR
bisa diolah dalam berbagai menu. Kalau ingin mengolah telur dengan cara
lainnya, telur pindang layak dijajal, yang
cocok
disantap bersama gudeg khas Yogyakarta.
Bahan
:
3.000
ml air
10
butir telur
5
lembar daun salam
5
lembar daun jambu batu
2
batang serai, memarkan, simpulkan
4
cm lengkuas, memarkan
1
sdm garam
Label:
Artikel
Sabtu, 06 Oktober 2012
Makalah Penyakit Kelinci
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 LATAR BELAKANG
Kelinci merupakan hewan
ternak yang dapat diperuntukan untuk sebagai ternak hias maupun untuk sebagai
penghasil daging. Dalam beternak pasti ada kendala atau kesulitan yang akan
dihadapi. Begitu juga beternak kelinci, pasti juga terdapat kesulitan dan
kendala yang harus dihadapi. Kendala yang mungkin dihadapi dalam beternak
kelinci adalah kematian yang disebabkan oleh hama dan penyakit.
Hama dan penyakit
dapat menyerang semua jenis ternak, khususnya ternak kelinci. Ternak kelinci
termasuk ternak yang tahan akan beberapa jenis penyakit. Tetapi perlu
diperhatikan bawasannya kelici merupakan ternak yang suka menjaga kebersihan.
Untuk itu dalam beternak kelinci harus diperhatikan untuk kebersihan tempat
tinggal kelinci tersebut. Agar kelinci tidak terserang berbagai penyakit karena
kebersihan dan kesterilan kandang.
Ada berbagai
penyakit yang bisa menyebabkan kematian ataupun dapat menurunkan produktifitas
ternak tersebut. Bahkan untuk ternak kelinci yang diperuntukkan sebagai kelinci
hias kemungkinan jika terserang beberapa penyakit juga akan menurunkan harga
kelinci tersebut. Beberapa penyakit yang sering menyuerang adalah coccidioses,
mencret, kembung, pilek, dan lai-lain. Sebagian penyakit tersebut akan mengakibatkan
kematian jika tidak ditangani. Untuk itu dalam makalah ini dibuat dengan tujuan
agar peternak dapat mengenali barbagai berbagai jenis penyakit. Agar peternak
lebih dapat mengantisipasinya untuk pencegahannya.
Selasa, 11 September 2012
Pengawetan Hijauan Makanan Ternak Secara Segar (Silase)
Alat :
1. Chopper untuk memotong hijauan
2. Polibag / kantong plastik sebagai silo/tempat silase
3. Kertas indikator pH
4. Lakban untuk merekatkan polibag
5. Timbangan
6. Alat press untuk menghilangkan udara
7. Tali rafia untuk mengikat bahan
Bahan :
1. Hijauan
1. Chopper untuk memotong hijauan
2. Polibag / kantong plastik sebagai silo/tempat silase
3. Kertas indikator pH
4. Lakban untuk merekatkan polibag
5. Timbangan
6. Alat press untuk menghilangkan udara
7. Tali rafia untuk mengikat bahan
Bahan :
1. Hijauan
Jumat, 31 Agustus 2012
Istilah-istilah Ternak Potong
Istilah dalam Ternak Potong
1. Choice Grade : pilihan
tingkat kelas. Merupakan tingkat yang bagus. Pengaruhnya luas pada daging sapi.
Terbagi menjadi 3 tingkat : small, modest,dan moderate marbling.
2. Ram : domba
jantan
3. Weaning Weight : berat
badan yang sesuai dari pedet yang akan disapih. Pada sapi,ini adalah kondisi
yang pas untuk perkembangan rumen yang baik.
4. Stunner :prosen
penyetruman ternak yang akan dipotong
5. Loin : bagian
pinggang. Terletak antara bawah tulang rusuk dan panggul.
Minggu, 26 Agustus 2012
Pembuatan hijauan awetan kering (hay)
Pembuatan hijauan awetan kering (hay)
Alat dan Bahan :
Alat:
1.
Timbangan
2.
Alat pencetak hay menjadi bales
3.
Tali rafia untuk mengikat hay
Bahan ;
1.
Gamal (Glirisidia Sepium)
Label:
Laporan Praktikum
Rabu, 01 Agustus 2012
Syarat PTS Dapatkan Beasiswa Bidik Misi
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Illa Sailah
mengungkapkan, ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi PTS untuk
mendapatkan beasiswa Bidik Misi.
Menurut Illa, harus ada kesepakatan dari kedua belah pihak, Kemdikbud dan PTS, sebelum beasiswa Bidik Misi resmi dikucurkan. Pasalnya, PTS penerima Bidik Misi tidak bisa lagi menggali partisipasi pendanaan dari mahasiswa miskin penerima beasiswa tersebut.
Menurut Illa, harus ada kesepakatan dari kedua belah pihak, Kemdikbud dan PTS, sebelum beasiswa Bidik Misi resmi dikucurkan. Pasalnya, PTS penerima Bidik Misi tidak bisa lagi menggali partisipasi pendanaan dari mahasiswa miskin penerima beasiswa tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)

