Pages

Ads 468x60px

Labels

Sabtu, 28 April 2018

Pengawetan Susu dengan Ekstrak Jahe


A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia. Dewasa ini, susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka.Sementara itu, untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu mengandung banyak vitamin dan protein, maka dari itu setiap orang dianjurkan minum susu. Sekarang banyak susu yang dikemas dalam bentuk yang unik. Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk membeli dan minum susu, ada juga susu yang berbentuk fermentasi.

Praktikum Pembuatan Kefir


A.  Pendahuluan
1.    Latar Belakang
Sektor peternakan adalah salah satu penyedia pangan, khususnya protein hewani melalui komoditi telur, daging dan susu. Sektor peternakan dapat menghasilkan berbagai macam olahan pangan yang bisa meningkatkan nilai ekonomi dengan cara mengolah bahan mentah menjadi bahan yang dapat dimakan dengan kualitas yang baik, karena dari tahun ke tahun semakin menarik simpati masyarakat untuk menekuni dunia bisnis ini. Produk yang dihasilkan dari sektor peternakan merupakan komoditas yang vital untuk di komsumsi masyarakat.

Senin, 23 April 2018

Praktikum Pembuatan Kefir


IV. KEFIR

A.  Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Susu merupakan suatu emulsi lemak dalam air yang mengandung beberapa senyawa terlarut. Agar lemak dan air dalam susu tidak mudah terpisah, maka  protein susu bertindak sebagai emulsifier (zat pengemulsi). Kandungan air di dalam susu sangat tinggi, yaitu sekitar 87,5%, dengan kandungan gula susu (laktosa) sekitar 5%, protein sekitar 3,5%, dan lemak sekitar 3-4%. Susu juga merupakan sumber kalsium, fosfor, dan vitamin A yang sangat baik. Mutu protein susu sepadan nilainya dengan protein daging dan telur, dan  terutama sangat kaya akan lisin, yaitu salah satu asam amino esensial yang sangat dibutuhkan tubuh.

Praktikum Pengawetan Daging (Daging Madu)


III. PENGAWETAN DAGING DENGAN MADU

A. Pendahuluan
1. Latar  Belakang
               Daging adalah bahan pangan yang bernilai gizi tinggi karena kaya akan protein, lemak, mineral serta zat lainnya yang sangat dibutuhkan tubuh. Usaha penyediaan daging memerlukan perhatian khusus karena daging mudah dan cepat tercemar oleh pertumbuhan mikroorganisme. Daging sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangbiakkan mikroorganisme sehingga dapat menurunkan kualitas daging.

Praktikum pembuatan Sosis Beef Sausage


II. BEEF SAUSAGE
A.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Beef sausage (sosis) adalah makanan yang dibuat dari daging (kadang-kadang dari ikan) yang telah dicincang kemudian dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu, dimasukkan ke dalam pembungkus yang berbentuk bulat panjang yang berupa usus hewan atau pembungkus buatan, dengan atau tanpa dimasak, dengan atau tanpa diasap.

Praktikum Chicken Nugget


I.     CHICKEN NUGGETS

A.  Pendahuluan
1.    Latar Belakang
Sektor peternakan adalah salah satu penyedia pangan, khususnya protein hewani melalui komoditi telur, daging dan susu. Sektor peternakan dapat menghasilkan berbagai macam olahan pangan yang bisa meningkatkan nilai ekonomi dengan cara mengolah bahan mentah menjadi bahan yang dapat dimakan dengan kualitas yang baik, karena dari tahun ke tahun semakin menarik simpati masyarakat untuk menekuni dunia bisnis ini. Produk yang dihasilkan dari sektor peternakan merupakan komoditas yang vital untuk di komsumsi masyarakat.

Jumat, 20 April 2018

Uji Formalin dalam Bahan Pangan


UJI FORMALIN DALAM BAHAN PANGAN
A.    Tinjauan Pustaka
Formaldehida dipakai sebagai pengawet dalam vaksinasi. Dalam konsentrasi yang sangat kecil (kurang dari 1%), Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut kulit, perawatan sepatu, shampoo mobil, lilin, pasta gigi, dan pembersih karpet. Dalam bidang medis, larutan formaldehida dipakai untuk mengeringkan kulit, misalnya mengangkat kutil; Didunia kedokteran formalin digunakan dalam pengawetan mayat, yang biasanya digunakan formalin dengan konsentrasi 10% (Yuliarti, 2011).

Uji Boraks dalam makanan


UJI BORAKS DALAM BAHAN PANGAN
A.  Tinjauan Pustaka
Boraks ataupun asam borat, memiliki khasiat antiseptika (zat yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme). Pemakaiannya dalam obat biasanya dalam salep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut, bahkan juga untuk pencuci mata. Boraks juga digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptik kayu   (Khamid, 2006). Boraks sering pula digunakan sebagai pengawet makanan, meskipun bukan pengawet makanan. Boraks sering disalahgunakan untuk mengawetkan berbagai makanan seperti bakso, mie basah, pisang molen, siomay, lontong, ketupat dan pangsit. Tujuan pemberian boraks adalah untuk mengawetkan, disamping itu boraks juga dapat membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan memperbaiki penampilan makanan             (Vepriati, 2007). Boraks  disalah  gunakan  oleh  produsen  nakal  untuk  pembuatan  kerupuk beras, mie, lontong (sebagai pengeras), ketupat (sebagai pengeras), bakso (sebagai pengenyal dan pengawet), kecap (sebagai pengawet), bahkan pembuatan bubur ayam (sebagai pengental dan  pengawet) sejak lama,  padahal  fungsi  boraks  yang  sebenarnya  adalah  digunakan  dalam  dunia industri non pangan sebagai  bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik, dan pengontrol  kecoa  (Suhanda,  2012).

MAKALAH PERAN MIKROBA STARTER DALAM DEKOMPOSISI KOTORAN TERNAK DAN PERBAIKAN KUALITAS PUPUK KANDANG


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara bagi tanaman. Bahan tersebut berupa mineral atau organik, dihasilkan oleh kegiatan alam atau diolah oleh manusia di pabrik. Unsur hara yang diperlukan oleh tanaman adalah C, H, O (ketersediaan di alam masih melimpah), N, P, K, Ca, Mg, S (hara makro, kadar dalam tanaman > 100 ppm), Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, Mo dan B (hara mikro, kadar dalam tanaman < 100 ppm).

Senin, 16 April 2018

Makalah Pemberian Ampas Tahu Bagi Ternak Ruminanasia


A.  PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
Hijauan merupakan pakan utama bagi ternak ruminansia akan tetapi ketersediaannya baik kualitas, kuantitas, maupun kontinuitasnya masih terbatas. Keterbatasan ini disebabkan oleh kurangnya lahan untuk penanaman hijauan pakan ternak sehingga ternak sering mengalami kekurangan hijauan pada musim kemarau. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menggunakan pakan alternatif yang dapat menggantikan hijauan, mudah didapat dan relatif murah serta kandungan nutrien yang baik. Salah satupakan alternatif tersebut adalah kulit ketela pohon yang tersedia melimpah pada saat musim panen di daerah sentra ketela pohon.
 
 
Blogger Templates