A. Pendahuluan
1. Latar
Belakang
Sektor
peternakan adalah salah
satu penyedia pangan, khususnya protein hewani melalui komoditi telur, daging
dan susu.
Sektor peternakan dapat menghasilkan berbagai macam olahan pangan yang bisa
meningkatkan nilai ekonomi dengan cara mengolah bahan mentah menjadi bahan yang
dapat dimakan dengan kualitas yang baik, karena dari tahun ke tahun semakin menarik
simpati masyarakat untuk menekuni dunia bisnis ini. Produk yang dihasilkan dari sektor
peternakan merupakan komoditas yang vital untuk di komsumsi masyarakat.
Susu adalah cairan bergizi
berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia dan manusia. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan
padat. Sebagai sumber pangan, susu mempunyai kandungan gizi yang cukup
lengkap dan memiliki daya tarik terhadap konsumen untuk mengkonsumsinya. Susu
sapi juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, keju, susu kental manis, susu bubuk dan yang paling disukai
adalah ice cream.
|
|
2. Tujuan
Praktikum
a. Mengetahui
pengertian dan prinsip pembuatan ice
cream.
b. Mengetahui
dan memahami uji organoleptik terhadap ice
cream.
3. Waktu
dan Tempat
Praktikum
pembuatan Ice Cream ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 23 Oktober 2014
pukul 09.20-11.05 WIB, bertempat di Laboraturium Industri Pengolahan Hasil
Ternak, Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret
Surakarta.
B. Tinjauan Pustaka
Ice cream merupakan produk olahan
susu yang dibuat dengan cara membekukan dan mencampur bahan baku secara
bersama-sama. Bahan yang digunakan adalah kombinasi susu dengan bahan tambahan
seperti gula, madu, bahan perasa, pewarna dan stabilizer. Bahan campuran ice
cream disebut ice cream mix (ICM) dengan pencampuran
bahan yang tepat dan pengolahan yang benar maka dapat dihasilkan ice cream dengan kualitas baik (Susilorini dan Sawitri, 2007).
Homogenisasi dalam kondisi yang sama berulang kali
(homogenisasi multipass) lebih lanjut mengurangi ukuran globul lemak dan untuk
mempersempit distribusi ukuran pada ice
cream. Ukuran kristal es memainkan peran besar dalam mempengaruhi tekstur
krim. Kristal es akan tumbuh akibat dari faktor-faktor titik pembekuan rendah,
lambat pengerasan, waktu penyimpanan lama dan variabel penyimpanan suhu (Chan,
2008).
Kecepatan pembekuan akan mempengaruhi tekstur ice cream. Semakin cepat pembekuan,
semakin kecil kristal es yang terbentuk sehingga tekstur ice cream menjadi halus. Susu skim bubuk digunakan untuk mencapai
kandungan solid non fat pada produk dan sebagai sumber protein serta
memperbaiki tekstur pada produk akhir (Sinurat et al., 2007).
Tidak adanya perbedaan yang nyata, bahan pengembang
dengan tingkat konsentrasi berbeda mempunyai efektifitas yang sama besar
didalam tekstur ice cream instan.
Penambahan bahan pengembang tekstur menjadi berpori, hal ini disebabkan jika
bahan pengembang dicampur dengan susu akan mengeluarkan kabondioksida yang
menyebabkan adonan ice cream menjadi mengembang.
Hal ini menghasilkan tekstur yang berpori kecil menyebabkan pengkristalan ice cream (Hendriani, 2005).
Nilai gizi ice
cream sangat tergantung pada nilai gizi bahan baku yang digunakan, untuk
membuat ice cream yang memiliki
kualitas tinggi bahan bakunya perlu diketahui dengan pasti, dengan menggunakan
susu sebagai bahan utama pembuatan ice
cream maka ice cream memiliki
sumbangan terbesar nilai gizinya. Dibalik kelembutan dan rasa manisnya, ice cream terbukti memiliki beberapa
fakta gizi yang tidak terduga. Keunggulan ice
cream yang didukung oleh bahan utamanya yaitu susu tanpa lemak dan lemak
susu maka ice cream hampir sempurna
dengan kandungan gizi yang lengkap (Fitrahdini, 2010).
C. Materi dan Metode
1. Materi
a. Alat
1) Timbangan
analitik
2) Kompor
3) Refrigerator
4) Thermometer
5) Bekker glass
6) Pengaduk
7) Mixer
b. Bahan
1) Susu
segar 200 ml
2) Whipping cream lemak
hewani 70 ml
3) Whipping cream lemak
nabati
4) Gula
pasir 90 g
5) Kuning
telur 40 g
6) Perasa
durian
2. Metode
a. Susu
segar dipasteurisasi pada suhu 850C
selama 1 menit.
b. Menambahkan
whipping cream kedalam susu segar.
c. Memanaskan
kembali pada suhu 400-450C.
d. Memasukkan
kocokkan gula dan kuning telur yang sudah dicampur rata menggunakan mixer.
e. Mengaduk
adonan hingga merata dengan suhu 400-450C.
f. Menghomogenisasikan
adonan dengan menggunakan mixer
selama 10 menit dengan kecepatan 1500rpm
g. Mendinginkan
adonan di dalam freezer pada suhu 50C
selama 24 jam.
h. Setelah
24 jam, adonan dikeluarkan dan diencerkan, kemudian dimixer kembali selama 15 menit.
i. Melakukan
pembekuan kembali di dalam freezer pada suhu 50C selama 24 jam.
j. Melakukan
uji organoleptik dengan menggunakan 9 scale-Hedonic.
D. Hasil Pengamatan dan Pembahasan
Ice
cream adalah makanan semi padat yang dibuat dengan cara
pembekuan tepung ice cream, yang
menggunakan gula, lemak hewani maupun nabati, bahan tambahan makanan yang
diijinkan dan susu sebagai bahan utamanya. Susu memiliki manfaat yang baik bagi
tubuh kita jika dikonsumsi dengan jumlah yang tepat. Bahan tambahan yang
digunakan dalam praktikum pembuatan ice
cream ini adalah penambahan duren yang bertujuan untuk meningkatkan nilai
rasa, aroma dan tekstur ice cream.
Pengolahan susu menjadi ice cream
memberikan nilai ekonomi yang tinggi dan ice
cream sangat digemari dikalangan masyarakat.
Berdasarkan hasil
pengamatan uji organoleptik, secara garis besar dapat diketahui bahwa pembuatan
ice cream sudah sempurna. Warna,
aroma, tekstur, rasa dan flavor sudah baik. Ice
cream hasil praktikum dibandingkan dengan ice cream kontrol hasilnya lebih baik jika diuji secara
organoleptik, sehingga ice cream
hasil praktikum lebih disukai daripada ice
cream kontrol. Bahan utama pembuatan ice
cream pada praktikum ini adalah susu, sehingga dapat dikatakan kandungan
nilai gizi didalamnya baik.
Sesuai dengan pendapat Susilorini dan
Sawitri (2007) bahwa pencampuran bahan yang tepat dan pengolahan yang benar
maka dapat dihasilkan ice cream
dengan kualitas baik. Jika ice cream
diolah dengan baik dan bahan utamanya adalah susu bisa dipastikan kandungan
nilai gizinya baik. Sesuai dengan pendapat Fitrhdini (2010) bahwa ice cream yang menggunakan susu sebagai
bahan utama pembuatan ice cream maka ice cream memiliki sumbangan terbesar
nilai gizinya.
E. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
a. Ice cream
adalah makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung ice cream, yang menggunakan gula, lemak
hewani maupun nabati, bahan tambahan makanan yang diijinkan dan susu sebagai
bahan utamanya.
b. Ice cream
hasil praktikum dibandingkan dengan ice
cream kontrol hasilnya lebih baik jika diuji secara organoleptik, sehingga ice cream hasil praktikum lebih disukai
daripada ice cream kontrol.
c. Pembuatan
ice cream hasil praktikum sudah
sesuai dengan prosedur pencampuran bahan, sehingga didapatkan ice cream yang baik.
2. Saran
a. Mempertegas
dan memberikan waktu yang cukup lama saat proses praktikum, sehingga
mendapatkan hasil yang lebih sempurna lagi.
b. Pendampingan
asisten saat proses praktikum secara merata, sehingga proses praktikum dapat
berjalan efektif dan kondusif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar