Pages

Ads 468x60px

Labels

Senin, 18 Maret 2013

Aplikasi Organic Farm






TUGAS TERSTRUKTUR

SISTEM PERTANIAN TERPADU

ORGANIC FARM (Tebon Jagung)

10 ekor sapi jantan Limousin dengan BB 350 kg/ekor

Jumlah ternak yang dapat ditampung (UT/ha) suatu padang penggembalaan asumsi kebutuhan hijauan segar: 35 atau 40 kg perhari, bahan kering 9,1 kg, (air 75 – 80 %) (Sauland, 2009)

Menurut (Anonymous, 2011), sapi potong memerlukan pakan sebanyak hijauan = 10 % dari berat badan, Pakan Konsentrat = 1 – 2 % dari berat badan jadi hijauan sebanyak 10 % dari 300 kg = 30 kg, konsentrat sebanyak 1 - 2 % dari 300 kg = 3 – 6 kg.

Struktur dan Komposisi Kimia Kulit Ternak


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar  Belakang
Pemanfaatan kulit ternak /hewan untuk kepentingan manusia itu  berjalan searah dengan perkembangan peradaban manusia. Dari keseluruhan produk sampingan hasil pemotongan ternak, maka  kulit merupakan produk yang memiliki nilai ekonomis yang paling tinggi.  Berat kulit pada sapi, kambing  dan kerbau memiliki kisaran 7-10% dari berat tubuh.  Secara ekonomis kulit memiliki harga berkisar 10-15% dari harga ternak.
            Potensi hasil ikutan berupa kulit di Indonesia masih sangat besar, hal ini disebabkan masih sedikitnya industri besar yang mengelola secara intensif.  Kalaupun ada kapasitasnya belum mampu memenuhi permintaan pasar.  Sebagai contoh industri kulit hanya mampu menghasilkan 350.000.000 sqft/tahun sedangkan permintaan untuk industri alas kaki maupun untuk barang jadi sebesar 673.000.000 sqft/tahun sehingga setiap tahunnya  terjadi kekurangan 323.000.000 sqft.    

Jumat, 01 Maret 2013

Makalah Hukum Merk


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
            Salah satu perkembangan yang aktual dan memperoleh perhatian seksama dalam masa 10 tahun terakhir ini dan kecenderungan yang masih akan berlangsung di masa yang akan datang adalah semakin meluasnya arus globalisasi baik dibidang sosial, ekonomi, budaya, maupun bidang-bidang kehidupan lainnya. Perkembangan tekhnologi informasi dan transportasi menjadikan kegiatan di sektor perdagangan meningkat secara pesat dan bahkan telah menempatkan dunia sebagai pasar tunggal bersama. 

Kamis, 14 Februari 2013

Bibit Lebah Bersengat

Pendahuluan 
1.1  Latar Belakang
Lebah madu adalah salah satu hewan ternak yang mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Hasil dari produksi lebah madu diantaranya royal jelly, propolis, wax, bee pollen, dll, selain madu itu sendiri.
Penanganan bibit lebah madu Apis mellifera sangat berpengaruh dari produksi yang dihasilkan oleh suatu koloni dari lebah tersebut. Semakin baik manajemen yang dilakukan dalam penanganan bibit maka akan semakin baik mutu yang dihasilkan dari kkoloni lebah madu tersebut baikn dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Proposal Rencana Penyuluhan



TUGAS TERSTRUKTUR
MATA KULIAH PENYULUHAN
“Rencana Program Penyuluhan Tata Laksana Pemerahan Pada Peternakan Sapi Perah Di Kecamatan Oro-Oro Ombo Kabupaten Batu”

Makalah Lebah Tanpa Sengat


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia. Lebah juga menghasilkan produk yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan ataupun kecantikan yaitu royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya. Pada awalnya madu dan produk lebah lainnya diambil dari hasil alam, namun demikian ketersediaannya sangat terbatas. sedangkan kebutuhan akan madu dan produk lainnya semakin meningkat. Selanjutnya manusia mulai melakukan budidaya ternak lebah, dengan memakai gelodog kayu dan pada saat ini dengan sistem stup. Manfaat dari madu, royal jelly, pollendan malam sudah tidak diragukan lagi, kebutuhan pasar akan produk-produk tersebut belum seluruhnya terpenuhi. Oleh karena itu budidaya ternak lebah mempunyai prospek yang baik sebagai sebuah peluang usaha.

Minggu, 13 Januari 2013

Pengomposan Kotoran Sapi


Tinjauan Pustaka
            Peternakan merupakan jenis usaha hasil hewani, diantaranya adalah daging, susu dan hasil samping berupa limbah. Hasil samping peternakan seringkali menimbulkan protes masyarakat karena aroma dan limbah yang dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya. Maka dalam hal ini harus ada penanganan secara signifikan dengan mendaur ulang limbah menjadi produk yang bernilai ekonomis, terbukti banyaknya perusahaan peternakan mulai memperhatikan lingkungan dengan memberlakukan pengolahan limbah, salah satunya penanganan kotoran ternak. Sehingga hal ini berdampak positif terhadap lingkungan yang terjaga dengan baik. Peternakan seringkali melakukan pengolahan limbah kotoran dalam skala besar yang mencapai puluhan ton bahan baku. Beda halnya dengan peternak kecil yang hanya menghasilkan sedikit limbah kotoran dari beberapa ternak. Maka dari itu harus ada penelitian tentang pengembangan pengolahan limbah yang dibuat untuk mendukung usaha peternakan kecil sehingga limbah bisa termanfaatkan dengan baik. Beberapa metode yang akan dilakukan adalah dengan cara  pengolahan limbah menjadi pupuk kompos. ( Bambang, 2012 )

Jumat, 14 Desember 2012

Kandungan Nutrisi Telur


              Pangan asal hewan (ternak) merupakan sumber protein dan mengandung asam amino esensial yang tidak disupali dari bahan pangan lain, sehingga sangat berpengaruh terhadap status kesehatan sesorang yang pada akhirnya berperan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sumber protein asal ternak tersebut diantaranya daging, susu dan telur. Telur unggas (ayam) mempunyai kandungan asam amino esensial dan non esensial yang cukup lengkap dan tinggi mutunya, sehingga sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk pertumbuhan, disamping mudah dicerna, mudah didapat dan murah harganya.

Sabtu, 24 November 2012

Sistem Pertanian Terpadu



LAPORAN PRAKTIKUM
MATA KULIAH SISTEM PERTANIAN TERPADU
Disusun Oleh :
Kelompok : 2C
                                                                 Anggota :
Lestari Kusumah Dewi           (105050100111010)
Adhitya Wahyu U                  (105050100111011)
M. Faishal H                           (105050100111012)
Ferdiansyah R                         (105050100111014)
Yulianto Nugroho                   (105050100111015)
Taufik Ali Akbar                     (105050100111023)


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

Produksi Daun Murbei


BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar belakang
Usaha persuteraan alam telah lama dikenal sebagian masyarakatIndonesia. Kegiatan ini bersifat padat karya, tidak mutlak memerlukan ketrampilan khusus yang tinggi, menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang tinggi serta relatif cepat menghasilkan. Diharapkan kegiatan ini dapat dijadikan alternatif usaha dalam upaya peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan. Dari rangkaian kegiatan persuteraan alam tersebut, dipandang dari aspek usaha sebenarnya dapat dibagi menjadi 2 atau 3 unit usaha yang masing-masing dapat berdiri menjadi unit usaha mandiri, yaitu usaha kebun murbei sebagai pemasok pakan ulat sutera, kemudian usaha pemeliharaan ulat sutera untuk menghasilkan kokon sutera dan usaha pemintalan kokon menjadi benang sutera siap tenun. Sejalan dengan hal tersebut pemerintah telah menetapkan kebijaksanaan untuk meningkatkan persuteraan alam nasional melalui pembinaan dan penyuluhan juga berupa pemberian kredit persuteraan alam.
 
 
Blogger Templates